Trump Sebut Akhir Perang Rusia-Ukraina Sudah Sangat Dekat

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Trump Sebut Akhir Perang Rusia-Ukraina Sudah Sangat Dekat

Willy Haryono • 13 May 2026 10:38

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Selasa, 12 Mei 2026, bahwa akhir dari perang Rusia di Ukraina sudah sangat dekat.

Ia menyampaikan keyakinannya bahwa Moskow dan Kyiv akan segera mencapai kesepakatan damai.

“Akhir dari perang di Ukraina, saya benar-benar berpikir itu sudah sangat dekat,” ujar Trump kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih untuk melakukan perjalanan ke Tiongkok, seperti dikutip Kyiv Post, pada Rabu, 13 Mei 2026.

Trump meyakini akan ada penyelesaian antara Rusia dan Ukraina, meskipun ia tidak memberikan rincian mengenai poin-poin kesepakatan potensial maupun status negosiasi saat ini. Komentar tersebut senada dengan klaim Presiden Rusia Vladimir Putin yang juga menyebut bahwa perang tersebut sudah mendekati akhir.

Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meragukan klaim tersebut. Zelensky mengatakan bahwa Rusia tidak menunjukkan niat untuk mengakhiri perang dan justru memperingatkan bahwa Moskow tengah mempersiapkan serangan lanjutan.

Berdasarkan keterangan pejabat Ukraina, gencatan senjata tiga hari yang dimediasi AS pada 9-11 Mei lalu telah berakhir setelah Rusia menolak proposal Ukraina untuk memperpanjang jeda pertempuran. Rusia dilaporkan langsung melanjutkan serangan dalam skala besar.

Gencatan senjata tersebut dinilai tidak sepenuhnya dipatuhi karena pertempuran sengit di sepanjang garis depan sejauh 1.500 kilometer terus berlanjut, meskipun kedua belah pihak tampak sedikit mengurangi serangan jarak jauh.

Serangan Rusia pasca-gencatan senjata dilaporkan menewaskan sedikitnya enam orang di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina. Pejabat setempat menyebut lebih dari 200 drone diluncurkan dalam semalam dan menghantam infrastruktur sipil, termasuk gedung apartemen, fasilitas energi, hingga taman kanak-kanak.

Presiden Zelensky mengecam serangan baru tersebut dan menyerukan tekanan berkelanjutan terhadap Rusia. Menurutnya, serangan-serangan itu membuktikan bahwa Moskow tidak serius dalam mengupayakan perdamaian. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Tinggalkan Gedung Putih, Trump Memulai Kunjungan Kenegaraan Tiga Hari ke Tiongkok

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)