Pemerintah Bangun Museum Majapahit, PTPP Kantongi Kontrak Rp145,3 Miliar

Peletakan batu pertama pembangunan Museum Majapahit. Foto: dok PTPP.

Pemerintah Bangun Museum Majapahit, PTPP Kantongi Kontrak Rp145,3 Miliar

Husen Miftahudin • 15 September 2026 13:35

Jakarta: PT PP (Persero) Tbk atau PTPP memulai pekerjaan konstruksi terintegrasi rancang dan bangun Museum Majapahit di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.
 
Pembangunan museum ditujukan sebagai wadah konservasi dan pelestarian sejarah Majapahit. Fasilitas tersebut juga akan menjadi pusat informasi dan edukasi bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan wisata budaya di kawasan Trowulan.
 
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan pembangunan Museum Majapahit merupakan bagian dari program revitalisasi sejumlah istana, keraton, museum, dan cagar budaya yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto.
 
Menurut Fadli, desain museum yang terpilih melalui proses sayembara diharapkan dapat merepresentasikan nilai sejarah dan budaya sekaligus memperhatikan aspek ramah lingkungan serta menyatu dengan alam.
 
"Kita harapkan juga environmentally friendly. Jadi harus menyatu juga dengan alam desainnya. Mungkin harus ada juga dipikirkan pakai tenaga surya, solar nantinya, supaya ke depan maintenance tidak terlalu besar. Ini mungkin kepada Pak Novel (Direktur Utama) PTPP yang akan melaksanakan ini," ungkap Fadli Zon dalam groundbreaking Museum Majapahit, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 15 September 2026.
 
Adapun, proyek tersebut memiliki nilai kontrak Rp145,30 miliar di luar pajak pertambahan nilai (PPN) dengan masa pelaksanaan selama 114 hari kerja.
 



(Groundbreaking pembangunan Museum Majapahit. Foto: dok PTPP)
 

Gunakan pondasi ramah kawasan arkeologi

 
Dalam pelaksanaan proyek, PTPP memperhatikan karakter kawasan Trowulan yang memiliki nilai sejarah dan arkeologi. Salah satu inovasi yang diterapkan yakni penggunaan pondasi dangkal (raft foundation) yang dinilai lebih ramah terhadap kondisi arkeologi di sekitar area pembangunan.
 
PTPP juga menerapkan sejumlah prinsip keberlanjutan dalam pembangunan museum. Sistem drainase dirancang untuk mengelola air hujan agar dapat ditampung dan digunakan kembali (reuse), antara lain untuk penyiraman tanaman.
 
Museum juga akan dilengkapi sistem panel surya (solar panel) yang dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk penerangan. Sistem tersebut diharapkan dapat mendukung efisiensi penggunaan listrik.
 
Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengatakan perseroan berkomitmen menerjemahkan arahan pemerintah melalui pembangunan yang memperhatikan nilai sejarah dan prinsip keberlanjutan. "Museum Majapahit merupakan proyek yang memiliki nilai penting bagi pelestarian warisan budaya Indonesia," tegas Joko.
 
Melalui pembangunan Museum Majapahit, PTPP turut mendukung upaya pemerintah dalam melestarikan warisan budaya sekaligus menghadirkan fasilitas publik yang edukatif dan ramah lingkungan.
 
PTPP berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai ketentuan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan, dan penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan.
 
"PTPP berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan dengan memperhatikan karakter kawasan, kualitas konstruksi, serta prinsip keberlanjutan, sehingga museum ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan mendukung pengembangan kawasan Trowulan sebagai destinasi budaya," tutup Joko.

(Husen Miftahudin)