Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung RI, Syarief Sulaeman Nahdi, di Gedung Kejagung, Jakarta. Metrotvnews.com/Arbida
Kejagung Tetapkan Bos PT QSS Tersangka Dugaan Korupsi Tambang Ilegal di Kalbar
Arbida Nila Hastika • 22 May 2026 00:35
Jakarta: Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Ditdik Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI menetapkan satu tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) penyimpangan tata kelola Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Quality Sukses Sejahtera (QSS) di Kalimantan Barat periode 2017-2025. Tersangka adalah Sudianto alias Aseng, beneficial owner dari PT QSS.
“Kami menetapkan satu orang tersangka, baru satu ya, atas nama SDT. Tersangka SDT itu Sudianto alias Aseng. Ini merupakan beneficial owner dari PT QSS,” ujar Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung RI, Syarief Sulaeman Nahdi, di Gedung Kejagung, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Syarief menjelaskan kasus ini berawal dari PT QSS menerima izin usaha pertambangan (IUP), namun tidak menambang di lokasi yang diberikan. Perusahaan tersebut menambang di tempat lain, yang hasilnya diekspor menggunakan dokumen dari PT QSS dan bekerja sama bersama dengan penyelenggara negara.
“Hal ini dilakukan dari mulai tahun 2017 sampai tahun 2025,” ucap dia.
Namun, dia belum menjelaskan detail pemilik lokasi tambang yang dilakukan PT QSS. "IUP-nya nanti akan kita sampaikan punya siapa, yang jelas bukan di dalam IUP seperti dalam dokumen yang ada. Ini adalah tambang bauksit ya. Tambang bauksit di Kalimantan Barat," ucap dia.
.jpg)
Ilustrasi Kejaksaan Agung. Dok. Media Indonesia
Baca Juga:
3 Eks Pejabat Kementerian PU Ditetapkan Sebagai Tersangka Dugaan Korupsi |
Sudianto telah ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Selain Sudianto, Kejagung menangkap beberapa orang lain dari Pontianak dan Jakarta. Namun, mereka masih berstatus saksi dan diperiksa secara intensif.
“Penggeledahan juga masih berlangsung di beberapa tempat di Kalimantan Barat dan di Jakarta,” ujar dia.