KEK Industropolis Batang Dorong Kemitraan RI-Jepang Pecut Investasi High-Tech

KEK Industropolis Batang dorong kemitraan Indonesia-Jepang lewat ?Investment Business Forum Indonesia-Japan 2026. Foto: Istimewa.

KEK Industropolis Batang Dorong Kemitraan RI-Jepang Pecut Investasi High-Tech

Husen Miftahudin • 24 May 2026 10:56

Jakarta: Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang memperkuat posisinya di panggung internasional melalui rangkaian agenda strategis di Jepang. Puncaknya ditandai dengan partisipasi aktif dalam Investment Business Forum Indonesia-Japan yang mengusung misi besar untuk memperkenalkan potensi investasi serta memikat minat para pelaku industri global pada sektor High-Tech Industry.

Sebagai bagian dari strategi pengembangan jangka panjang, manajemen KEK Industropolis Batang juga melaksanakan kunjungan komparatif ke Tsukuba Science City guna mengadopsi standar internasional demi mewujudkan kawasan industri masa depan yang berkelanjutan di Indonesia. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengkaji keberhasilan integrasi antara kawasan industri, pusat riset, dan lingkungan hunian berkualitas tinggi dengan tata kota yang berkelanjutan. 

Melalui benchmarking ini, direncanakan sistem perencanaan kota yang mampu mendukung daya tarik serta retensi talenta terampil, seperti para engineer, peneliti, dan keluarga mereka. Dengan demikian, KEK Industropolis Batang diharapkan dapat berkembang secara menyeluruh tidak hanya sebagai pusat kegiatan industri dan tempat bekerja, tetapi juga sebagai kawasan hunian yang ideal, melalui penerapan ruang terbuka hijau, sistem mobilitas yang efisien, serta pengelolaan energi dan lingkungan yang terintegrasi.

Head of Industrial Sales KEK Industropolis Batang Irma Sefrinta menegaskan visi Proyek Strategis Nasional ini melampaui konsep kawasan industri konvensional. KEK Industropolis Batang berkomitmen mentransformasikan Batang menjadi pusat inovasi berkelanjutan.

"Langkah ini sejalan dengan target investasi forum yang secara khusus membidik sektor-sektor masa depan, meliputi ekosistem kendaraan listrik (EV ecosystem), peralatan medis (medical device), elektronik, hingga energi terbarukan (renewable energy)," ungkap Irma, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu, 24 Mei 2026.
 

Baca juga: Korea Selatan Suntik Investasi Rp429 Miliar di KEK Industropolis Batang
 

Kesiapan infrastruktur dan ekosistem terpadu


Sementara, Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang Irma Sefrinta menyatakan keunggulan kompetitif utama kawasan ini terletak pada kesiapan infrastruktur dan ekosistem terpadu yang telah dipersiapkan secara komprehensif untuk memenuhi kebutuhan investor global. Pihaknya menekankan KEK Industropolis Batang tidak hanya sekadar menyediakan lahan industri siap pakai, melainkan mengintegrasikan tiga sektor utama sekaligus yaitu industrial & Processing, logistic & distribution, tourism.

Dengan fleksibilitas pengembangan serta penyediaan fasilitas penunjang modern, menurut dia, kawasan ini dirancang secara spesifik untuk memastikan efisiensi operasional tertinggi bagi rantai pasok global dan memberikan jaminan nilai tambah maksimal bagi investasi jangka panjang di Asia Tenggara.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Promosi Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo Cahyo Purnomo menegaskan hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang telah terjalin kuat selama lebih dari enam dekade, di mana Jepang secara konsisten menjadi salah satu mitra dagang terbesar sekaligus investor paling tepercaya bagi Indonesia.

"Pada 2025 saja, realisasi investasi langsung (FDI) Jepang mencapai USD3,12 miliar, sehingga total investasi dalam lima tahun terakhir melampaui USD18 miliar dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 13,2 persen. Ketahanan ekonomi Indonesia juga menunjukkan performa yang sangat resilien di tengah dinamika global, di mana pada kuartal pertama 2026 investasi langsung Indonesia tercatat mencapai USD30,2 miliar atau tumbuh sebesar 18,9 persen secara year-on-year," papar Cahyo.

Ia menambahkan, di bawah visi Presiden Prabowo menuju Indonesia Emas 2045, Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 7 hingga 8 persen yang membutuhkan dukungan investasi baru sekitar USD814,4 miliar dalam lima tahun ke depan. Momentum ini dinilai menjadi peluang strategis bagi pelaku industri teknologi tinggi Jepang untuk memperluas kolaborasi di Indonesia, tidak hanya dalam bentuk kemitraan bisnis konvensional, tetapi menuju genuine co-creation yang berkelanjutan. 

"Pemerintah Indonesia terus memperkuat reformasi struktural melalui kemudahan perizinan berbasis risiko melalui OSS, insentif fiskal dan non-fiskal yang kompetitif, serta penguatan standar industri yang selaras dengan kerangka ESG global. Pertumbuhan investasi hilirisasi bernilai tambah tinggi di Indonesia yang meningkat lebih dari 43 persen pada 2025, khususnya pada sektor mineral strategis seperti nikel dan kobalt, juga membuka peluang besar bagi KEK Industropolis Batang untuk berkembang sebagai pusat rantai pasok regional Indo-Pasifik yang aman, terdiversifikasi, dan berkelanjutan melalui dukungan teknologi maju dari Jepang," terang Cahyo.


(Ilustrasi bendera Indonesia dan Jepang. Foto: Business Indonesia)
 

Pererat integrasi rantai pasok global di Asia


Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menegaskan, sinergi ekonomi Indonesia dan Jepang merupakan langkah konkret dalam memperkuat investasi berkelanjutan sekaligus mempererat integrasi rantai pasok global di kawasan Asia.

Filianingsih menyampaikan, KEK Industropolis Batang memiliki proposisi nilai yang sangat kuat bagi investor High-Tech Jepang, terutama melalui dukungan kebijakan Local Currency Transaction (LCT), stabilitas sistem keuangan nasional, serta integrasi insentif fiskal yang komprehensif untuk menciptakan iklim investasi yang semakin kompetitif dan berdaya saing global.

"Kombinasi antara kesiapan infrastruktur, dukungan regulasi, dan arah pengembangan industri masa depan menjadikan KEK Industropolis Batang sebagai salah satu kawasan strategis yang potensial untuk mendukung ekspansi industri Jepang di Indonesia," tutur dia.

Adapun, rangkaian agenda di Tokyo ini ditutup dengan sesi business matching bersama para mitra strategis Jepang guna mendalami tren pasar terkini serta merumuskan skema insentif yang paling menarik bagi investor. Diskusi tersebut juga membuka peluang kolaborasi kegiatan bersama di masa mendatang.

Melalui pendekatan yang komprehensif, inklusif, dan berorientasi masa depan, KEK Industropolis Batang optimistis dapat menjadi destinasi investasi utama yang mampu memberikan dampak ekonomi positif jangka panjang bagi masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan industri nasional. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)