Pendidikan Tinggi Berbasis Pesantren Tawarkan Jenjang S1 sampai S3

Universitas Darunnajah (UDN). Foto: Dok. Istimewa.

Pendidikan Tinggi Berbasis Pesantren Tawarkan Jenjang S1 sampai S3

Fachri Audhia Hafiez • 31 July 2026 14:35

Jakarta: Universitas Darunnajah (UDN) menghadirkan ekosistem pendidikan tinggi berbasis pesantren yang terintegrasi secara berkelanjutan mulai dari jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3). Konsep ini dikembangkan atas dasar tradisi Pesantren Wakaf yang berlandaskan Panca Jiwa, Panca Bina, Panca Dharma, Panca Jangka, serta Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Tidak berhenti pada pendidikan sarjana, UDN menyediakan Magister Manajemen Pendidikan Islam (S2) yang memiliki konsentrasi Manajemen Pendidikan Pesantren. Program ini dirancang untuk mempertemukan keilmuan manajemen dengan nilai-nilai Islam dan realitas pengelolaan lembaga pendidikan pesantren," ungkap Rektor Universitas Darunnajah Dr. Much Hasan Darojat dikutip melalui keterangan tertulis, Jumat, 31 Juli 2026.
 


Kehadiran jenjang S2 tersebut dilengkapi dengan tersedianya program Doktoral (S3) Manajemen Pendidikan Islam dengan konsentrasi Manajemen Pesantren. Program S3 ini dirancang pada tingkat strategis untuk melahirkan pemimpin serta akademisi yang mampu membawa tata kelola pesantren semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sementara pada jenjang Sarjana (S1), Universitas Darunnajah menawarkan beragam pilihan program studi. Di antaranya Manajemen Pendidikan Islam, Hukum Keluarga Islam, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Bisnis Digital, Administrasi Bisnis, Kewirausahaan, Rekayasa Perangkat Lunak, Sistem dan Teknologi Informasi, hingga Sains Aktuaria.


Universitas Darunnajah (UDN). Foto: Dok. Istimewa.

Keberadaan seluruh jenjang studi dari S1 hingga S3 ini menegaskan kesiapan Universitas Darunnajah dalam menyambut penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027.

Melalui ekosistem yang terpadu ini, perjalanan akademik mahasiswa di Universitas Darunnajah dapat terus berkembang secara berkesinambungan. Mulai dari membangun fondasi keilmuan di tingkat sarjana, memperdalam keahlian di tingkat magister, hingga melahirkan gagasan kepemimpinan strategis di tingkat doktoral dalam satu lingkungan pendidikan yang sama.

(Fachri Audhia Hafiez)