Ilustrasi Walt Disney. Foto: Thinkmonster.com
Strategi Restrukturisasi, Bos Baru Disney Bersiap Pangkas 1.000 Karyawan
Richard Alkhalik • 11 April 2026 14:12
Los Angeles: Raksasa media dan hiburan global, The Walt Disney Company, dikabarkan bersiap memangkas sekitar 1.000 posisi karyawan dalam beberapa pekan ke depan. Manuver pemutusan hubungan kerja (PHK) ini menandai langkah efisiensi perusahaan di era kepemimpinan Chief Executive Officer (CEO) baru, Josh D'Amaro.
Melansir Xinhua, Sabtu, 11 April 2026, gelombang perampingan ini diproyeksikan akan terpusat pada departemen pemasaran yang baru saja melalui fase konsolidasi.
Sumber internal menyebutkan cetak biru efisiensi ini sejatinya telah dirancang sebelum D’Amaro resmi mengambil alih pucuk pimpinan bulan lalu, sebagai bagian dari keberlanjutan strategi restrukturisasi perusahaan.
Langkah ini diambil Disney untuk mengkalibrasi model bisnisnya di tengah transisi industri, di mana margin keuntungan dari layanan streaming saat ini mengalami tekanan sehingga keuntungan yang didapatkan lebih kecil dibandingkan dengan pendapatan yang sebelumnya diperoleh dari televisi konvensional.
Tekanan terhadap neraca keuangan Disney kian diperberat oleh tren penurunan pendapatan box office global, serta kompetisi disrupsi yang semakin agresif dari perusahaan-perusahaan teknologi besar (big tech), menurut laporan tersebut.
| Baca juga: Waspada PHK, Kebijakan WFH Sektor Swasta Harus Ada Insentif |

(Ilustrasi PHK. Foto: Medcom.id)
Komitmen investasi jangka panjang
Di tengah tekanan ini, manajemen Disney menegaskan komitmennya untuk mengalokasikan dana untuk investasi pada lini bisnis digital yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.
Bagi Disney, perampingan postur organisasi ini bukanlah hal baru. Sejak mantan CEO Bob Iger kembali memegang kendali pada 2022 dan menginisiasi restrukturisasi besar-besaran, perusahaan tercatat telah memberhentikan lebih dari 8.000 tenaga kerjanya. Kini, upenyehatan upaya fundamental perusahaan dilanjutkan oleh D’Amaro.
Josh D'Amaro, sosok veteran yang telah mengabdi di Disney selama 28 tahun ini resmi menduduki kursi CEO pada 18 Maret lalu. Ia sebelumnya memegang posisi kunci sebagai Chairman of Disney Experiences sejak 2020, dan pernah menjabat sebagai President Walt Disney World Resort.