Berapa Skor IQ Rata-Rata Orang Indonesia? Simak Hasil Penelitiannya

Ilustrasi: Freepik

Berapa Skor IQ Rata-Rata Orang Indonesia? Simak Hasil Penelitiannya

Riza Aslam Khaeron • 9 April 2026 15:50

Jakarta: Jika Anda sering menggunakan di media sosial, Anda mungkin pernah melihat komentar sindiran mengenai "IQ rata-rata Indonesia 78".

Melansir EBSCO, Intelligence Quotient (IQ) adalah ukuran terstandarisasi yang digunakan untuk menilai kecerdasan manusia di berbagai domain, termasuk penalaran abstrak, memori, dan kemampuan pemecahan masalah. Secara umum, semakin tinggi skor IQ seseorang, maka semakin baik pula kemampuan mereka dalam bidang-bidang tersebut.

Berdasarkan klasifikasi dari psikolog David Wechsler dalam buku Wechsler Adult Intelligence Scale-Third Edition tahun 1997, kategori IQ dibagi menjadi beberapa tingkatan yaitu Sangat Superior untuk skor 130 ke atas, Superior untuk rentang 120 - 129, dan Di Atas Rata-rata untuk 110 - 119.

Selanjutnya, kategori Rata-rata berada pada angka 90 - 109, Di Bawah Rata-rata pada 80 - 89, Ambang Batas pada 70 - 79, dan Sangat Rendah untuk skor 69 ke bawah.

Rumor terkait IQ rata-rata warga Indonesia sebesar 78 ini sudah menyebar luas di media sosial dan sering dijadikan bahan perdebatan. Namun, benarkah angka tersebut akurat? Berikut adalah penelusurannya.

Dari Mana Angka IQ Rata-Rata Indonesia 78 Berasal?

Angka “IQ rata-rata Indonesia 78” berasal dari studi Richard Lynn dan David Becker dalam buku The Intelligence of Nations tahun 2019.

Penting untuk dicatat bahwa angka ini bukan berasal dari tes IQ nasional yang diikuti seluruh penduduk Indonesia, melainkan hasil kompilasi dari berbagai sampel penelitian kecil yang kemudian diolah, dikoreksi, dan dibobot oleh penulis.

Dalam laporan tersebut, Lynn dan Becker mencatat bahwa Indonesia memperoleh skor IQ nasional murni (tanpa bobot) sebesar 79,60.

Namun, setelah diolah kembali oleh mereka, angka tersebut sedikit menurun menjadi 78,49. Skor berdasarkan pencapaian pendidikan (SAS-IQ) tercatat sebesar 78,51, sehingga skor IQ nasional akhir ditetapkan pada angka 78,49.

Sampel yang digunakan dalam studi ini sangat beragam dan tidak mewakili satu populasi yang seragam. Peneliti mengambil data dari studi defisiensi yodium tahun 1980 yang mencakup usia 5,5 sampai 20 tahun di desa Lonjong dan Ngampel.

Selain itu, mereka juga menggunakan data dari studi pada 1996 dan 1998 mengenai anak-anak usia 7 tahun yang sedang diteliti terkait pemberian obat cacing.

Skor yang diambil adalah hasil tes sebelum anak-anak tersebut mendapatkan pengobatan, yang kemudian masih dikoreksi lagi.

Peneliti juga hanya mengambil data anak-anak yang tidak mengalami tengkes (stunting) dari studi tahun 2013, serta hanya memasukkan kelompok anak "sehat" dari penyintas tsunami Banda Aceh tahun 2004, sementara kelompok yang mengalami trauma (PTSD) diabaikan.

Data pendukung lainnya diambil dari riset di Bali dengan rentang usia yang sangat lebar, mulai dari 7 hingga 49 tahun, serta sampel mahasiswa tahun 2017 yang sebenarnya menghasilkan skor lebih tinggi.

Metode pengolahannya pun sangat kompleks karena peneliti tidak sekadar merata-ratakan nilai mentah, melainkan menggabungkan berbagai jenis tes IQ seperti CPM, SPM, dan APM, lalu menyesuaikannya dengan data prestasi sekolah internasional seperti PISA dan TIMSS.

Karena itulah, klaim IQ 78 ini sebenarnya hanyalah sebuah estimasi gabungan dari berbagai riset dengan kondisi sosial serta kesehatan yang sangat beragam, bukan hasil dari pengukuran tunggal terhadap seluruh penduduk Indonesia.

Jika merujuk pada skor final dalam penelitian Lynn dan Becker, Indonesia berada di peringkat bersama ke-131 dari 201 negara.

Posisi ini menempatkan Indonesia pada peringkat yang sama dengan Papua Nugini dan Timor Leste.
 
Baca Juga:
Daftar 25 Negara Paling Sopan di Dunia, Jepang Paling Atas
 

Penelitian yang Berbeda

Penting untuk diketahui bahwa penelitian Lynn dan Becker bukan satu-satunya referensi yang mencoba mengukur tingkat kecerdasan antarnegara.

Salah satu sumber alternatif adalah International IQ Test, yang mengukur skor berdasarkan hasil pengerjaan tes daring oleh partisipan di seluruh dunia dalam satu tahun kalender. Untuk edisi 2026, mereka mencatat jumlah sampel yang sangat besar mencapai 1.212.714 orang yang mengikuti tes sepanjang tahun 2025.

Dalam peringkat yang mereka terbitkan untuk tahun 2026, skor IQ Indonesia tercatat sebesar 89,96 dengan total 299.304 peserta. Angka ini menempatkan Indonesia di peringkat ke-126 dari 137 negara yang terdata. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 3,22 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 93,18.

Perbedaan signifikan ini muncul karena International IQ Test tidak menyusun data dari kumpulan studi akademik lama, melainkan langsung dari partisipan yang mengerjakan tes yang sama secara daring. Namun, perlu dicatat bahwa data ini berasal dari partisipan sukarela yang memiliki akses internet, bukan sampel survei nasional yang dipilih secara acak untuk mewakili seluruh populasi.

Pihak International IQ Test sendiri menerapkan sejumlah aturan teknis, seperti mengeluarkan negara dengan jumlah peserta kurang dari 100 orang demi menjaga stabilitas estimasi. Meski begitu, mereka juga mengakui adanya keterbatasan penting, terutama mengenai bias akses internet.

Mengingat seluruh peserta adalah pengguna internet, hasil ini mungkin belum sepenuhnya mencerminkan kondisi populasi di wilayah yang akses teknologinya masih terbatas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)