Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat membuka INVIROTECH 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, 11 Juni 2026. (Foto: Dok. KLH)
INVIROTECH 2026 Resmi Dibuka, KLH Dorong Aksi Nyata untuk Keadilan Iklim
Patrick Pinaria • 12 June 2026 12:41
Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) resmi menggelar Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo and Conference (INVIROTECH) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 sekaligus wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan lingkungan dan perubahan iklim.
INVIROTECH 2026 resmi dibuka pada Rabu, 11 Juni 2026 dan akan berlangsung hingga 13 Juni 2026. Mengusung tema 'Green Solution Technology for Climate Action', INVIROTECH 2026 menghadirkan 99 peserta yang terdiri atas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, perusahaan swasta nasional dan asing, organisasi internasional, komunitas, startup, serta perguruan tinggi.
Berbagai inovasi yang dipamerkan mencakup pengelolaan sampah dan limbah, pengendalian pencemaran air dan udara, waste to energy, energi terbarukan, konservasi air dan tanah, pemantauan kualitas lingkungan, digitalisasi lingkungan, hingga teknologi pendukung pembangunan rendah karbon.
KLH/BPLH menjelaskan tema nasional Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 berkembang dari semangat 'Saatnya Bekerja untuk Iklim' menjadi 'Saatnya Bekerja untuk Keadilan Iklim'. Tema tersebut menegaskan aksi iklim harus menghadirkan manfaat bagi seluruh masyarakat dan generasi dengan prinsip no generation left behind atau tidak ada satu pun kelompok maupun generasi yang tertinggal dalam memperoleh hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat mengatakan, berbagai tantangan lingkungan seperti pencemaran air, udara, dan tanah, peningkatan suhu bumi, hingga kerusakan ekosistem membutuhkan langkah yang lebih konkret, kolaboratif, dan terukur.
"Menjaga lingkungan dan mengatasi krisis iklim bukan lagi agenda masa depan, melainkan pekerjaan yang harus dilakukan hari ini. INVIROTECH hadir untuk mempertemukan inovasi, teknologi, investasi, dan aksi nyata dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan hidup," ujar Menteri Jumhur di hadapan sekitar 4.000 peserta, termasuk lebih dari 3.000 pelajar dan mahasiswa yang mewakili Generasi Z.
Menurutnya, arah kebijakan KLH/BPLH juga sejalan dengan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang mendorong terbangunnya budaya dan peradaban yang menghormati alam serta memperkuat pembangunan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.
Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan seperti pameran teknologi lingkungan, konferensi, forum kebijakan, business matching, coaching clinic, workshop, hingga simulasi skema perdagangan karbon. Masyarakat juga dapat berkonsultasi langsung mengenai berbagai layanan dan program yang disediakan KLH.
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH sekaligus Ketua Pelaksana INVIROTECH 2026, Rasio Ridho Sani, mengatakan tema yang diusung tahun ini dipilih untuk menegaskan pentingnya penerapan teknologi dan inovasi hijau dalam mendukung aksi iklim dan pembangunan berkelanjutan.
"INVIROTECH 2026 tidak hanya menjadi ajang menampilkan teknologi dan inovasi lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mempercepat replikasi praktik baik, memperluas jejaring kerja sama, serta mendorong investasi hijau yang mendukung pengendalian pencemaran, pengendalian kerusakan lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan," ujar Rasio.
Ia menambahkan, perubahan iklim merupakan tantangan besar yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. Menurutnya, pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan tidak lagi dapat dilakukan dengan cara-cara biasa.
Karena itu, teknologi, inovasi, data, kolaborasi, dan perubahan perilaku menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas air, udara, tanah, pesisir, dan berbagai ekosistem lainnya tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.
Selain menghadirkan forum diskusi, seminar, workshop, coaching clinic, seller meet buyer, business matching, lomba, dan berbagai kegiatan edukasi publik, KLH juga melibatkan Generasi Z dan Generasi Alpha dalam berbagai dialog interaktif untuk menyusun peta jalan aksi iklim masa depan. Langkah ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang semakin peduli terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan.
Pada kesempatan tersebut, KLH juga memberikan Penghargaan Kalpataru 2026 kepada 16 pejuang lingkungan dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, penghargaan Lifetime Achievement diberikan kepada Prof. Emil Salim atas dedikasinya dalam pembangunan berkelanjutan dan kontribusinya dalam meletakkan fondasi pemikiran serta kebijakan lingkungan hidup di Indonesia.
Menteri Jumhur turut mengajak seluruh elemen bangsa membangun etika lingkungan (environmental ethics) melalui semangat pertobatan ekologis, yakni kesadaran untuk memulihkan lingkungan yang rusak dan tercemar serta mengubah cara pandang dan perilaku terhadap alam.
Melalui penyelenggaraan INVIROTECH 2026, KLH/BPLH berharap semakin banyak inovasi, kemitraan, investasi hijau, dan aksi nyata yang lahir untuk mempercepat terwujudnya Indonesia yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), sekaligus memperkuat upaya mewujudkan keadilan iklim bagi seluruh masyarakat dan generasi.