Bapanas Subsidi Ongkos Angkut dan Pengemasan Komoditas Pangan

Ketua Tim Kerja Stabilisasi Pasokan Pangan Bapanas Yudhi Harsatriadi Sandyatma dalam forum Economic Conference di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026. Metro TV/Iqbal

Bapanas Subsidi Ongkos Angkut dan Pengemasan Komoditas Pangan

Muhammad Iqbal Sidiq • 10 June 2026 17:03

Jakarta: Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengintervensi tingginya biaya logistik yang kerap memicu gejolak harga pangan. Salah satunya, lewat program Fasilitasi Distribusi Pangan untuk menanggung rantai biaya angkut petani.

"Itu bisa menekan harga di tingkat konsumen, sehingga aksesibilitas pangan masyarakat bisa memperoleh harga pangan yang terjangkau dan berkualitas," ujar Ketua Tim Kerja Stabilisasi Pasokan Pangan Bapanas Yudhi Harsatriadi Sandyatma dalam forum Economic Conference di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.

Yudhi memaparkan skema ini dirancang untuk memfasilitasi pelaku usaha dan petani dalam memobilisasi komoditas. Instrumen pembiayaan Bapanas mencakup komponen hulu-hilir yang selama ini membebani harga pasar.

Komponen yang disubsid negara meliputi ongkos transportasi darat maupun laut, biaya sortir komoditas, upah bongkar muat di wilayah asal dan tujuan, hingga biaya pengemasan (packaging). Langkah ini diklaim efektif menghilangkan peran perantara.

Salah satu bukti kesuksesan program ini adalah stabilisasi pasokan cabai merah beberapa waktu lalu. Bapanas mampu menjembatani mobilisasi cabai saat panen raya dari Sumatra Utara ke Kalimantan Tengah.

"Kami bisa membiayai dari biaya transportasi dari wilayah sentra produksi ke wilayah konsumen di mana harga pangan itu bergejolak," kata Yudhi.

Ilustrasi pangan. Foto- Dok MI

Baca Juga: 

Putus Ketergantungan Impor, BRIN Dongkrak Panen Bawang Putih

Bapanas juga memperkuat stabilitas harga harian melalui ekspansi Kios Pangan. Kios tersebut merupakan jaringan outlet permanen berupa toko kelontong di tengah permukiman yang menjual bahan pokok setiap hari dengan harga murah.

Guna menjaga konsistensi pasokan harian pada Kios Pangan, Bapanas merangkul BUMN dan sektor swasta. Hingga awal Juni 2026, jaringan ini tumbuh dan tersebar di berbagai wilayah.

"Sebagai informasi kita sudah tersebar kurang lebih sekitar 2.890 Kios Pangan di 36 provinsi dan 160 kabupaten/kota," ujar Yudhi.

(Achmad Zulfikar Fazli)