Prabowo Minta Semua Pihak Meningkatkan Mutu Pendidikan

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Antara.

Prabowo Minta Semua Pihak Meningkatkan Mutu Pendidikan

Anggi Tondi Martaon • 6 August 2026 20:47

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto meminta para pemangku kepentingan untuk terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan. Instruksi tersebut untuk mengejar negara-negara maju dan memajukan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Dalam pertemuan dengan 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026, Presiden menyoroti skor Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia yang berada di bawah sejumlah negara, seperti Singapura, Malaysia, Belanda dan Jepang.

"Kesulitan kita sangat besar. Ini tidak boleh (menjadi) alasan bahwa kita menilai bahwa kita tidak perlu kejar ketertinggalan ini," kata Prabowo dikutip dari Antara, Kamis, 6 Agustus 2026.

Dia menyebut bahwa sebuah realitas Indonesia memiliki wilayah yang luas, menjadikan ketersebaran sekolah yang beragam. Beberapa bahkan ada di wilayah pulau-pulau terpencil dengan akses yang terbatas.

Hal itu tidak dapat dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Singapura yang memiliki wilayah lebih kecil, membuat pemerintah negara tetangga tidak menghadapi isu yang dihadapi oleh Indonesia.

"Ini yang saya maksud. Sudah kita terima ini sebagai, katakanlah, peringatan, koreksi, dan kita cari bagaimana kita akan atasi," tutur Presiden.

Untuk itu dia menggarisbawahi investasi besar yang pemerintah sudah lakukan di bidang pendidikan untuk membina generasi penerus bangsa.

Ilustrasi. Foto: Metro TV.

Beberapa langkah yang sudah dilakukan termasuk perbaikan dan renovasi fisik fasilitas sekolah di seluruh Indonesia. Pemerintah juga mendirikan sekolah unggulan untuk anak-anak yang masuk dalam kategori cerdas, mendukung mereka masuk ke perguruan tinggi unggul di tingkat global.

Selain itu, dilakukan pula langkah mengundang para pengelola universitas terbaik dunia untuk bekerja sama dengan kampus di Indonesia, sebagai langkah meningkatkan kualitas pendidikan di dalam negeri.

"Kita koreksi diri kita sebagai bangsa. Investasi kita di bidang research and development sangat sedikit. Jauh dari yang seharusnya, ini koreksi kita dan juga ke depan kita akan berusaha memperbaiki itu," demikian Prabowo Subianto.

(Anggi Tondi)