Waspada Hantavirus, Puan Ingatkan Soal Infrastruktur Kesehatan

Ketua DPR RI Puan Maharani. Dok. Istimewa

Waspada Hantavirus, Puan Ingatkan Soal Infrastruktur Kesehatan

Gabriella Thesa Widiari • 11 May 2026 18:12

Jakarta: Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur kesehatan sebagai langkah antisipasi penyebaran hantavirus. Khususnya di daerah yang layanan dan pengawasan kesehatannya belum merata. 

"Perkuat kesiapan daerah, termasuk kesiapan fasilitas dan tenaga medis, laboratorium, dan sarana penunjang lainnya, serta mekanisme deteksi dini, pelaporan yang cepat," ujar Puan dalam keterangan tertulis, Senin, 11 Mei 2026.

Selain itu, Puan juga mendorong pemerintah memberi ketepatan dan kecepatan informasi mengenai hantavirus kepada masyarakat. Sehingga tidak timbul kepanikan di tengah masyarakat.
 


Politisi PDI Perjuangan itu mengingatkan bahwa masyarakat cukup sensitif dengan isu kesehatan, terlebih pasca wabah Covid-19. 

“Karena itu, negara perlu memastikan bahwa setiap informasi mengenai penyakit menular disampaikan secara transparan dan bertanggung jawab agar tidak memunculkan ketakutan maupun kebingungan di tengah masyarakat,” kata Puan.

Dia menilai keterbukaan informasi menjadi bagian penting dari perlindungan publik. Sebab, ketika masyarakat tidak mendapatkan penjelasan yang cukup, ruang disinformasi dan ketakutan dapat berkembang lebih cepat daripada penanganan itu sendiri.

“Maka penting agar pemerintah memperkuat komunikasi publik kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat dan mudah dipahami. Bukan hanya berbasis penjelasan teknis yang sulit diakses publik luas. Sosialisasi harus menyentuh langsung akar rumput,” ujar Puan.

Lebih lanjut, dia memastikan DPR RI akan terus memantau perkembangan mengenai hantavirus. Hal ini merupakan bagian dari fungi dan tugas parlemen. 

"Kami di DPR melalui alat kelengkapan dewan terkait akan memastikan pemerintah begerak cepat, terbuka, dan mampu memberi rasa aman kepada masyarakat melalui langkah yang jelas dan dapat dipantau masyarakat," kata Puan.

Seperti diketahui, Hantavirus mendapat sorotan global ketika menyerang kapal pesiar mewah MV Hondius yang tengah berlayar di Samudera Atlantik. Akibat meninggalnya tiga penumpang MV Hondius akibat Hantavirus, masyarakat dunia waswas karena salah satu variannya, Andes virus diketahui bisa menular antarmanusia dalam kondisi tertentu.


Ilustrasi tikus pembawa hantavirus. Pixel

Hantavirus merupakan kelompok virus dari genus Orthohantavirus yang umumnya dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus dan celurut. Virus ini tergolong penyakit zoonosis atau yang dapat menular dari hewan ke manusia.

Sebelum Hantavirus ramai dibicarakan akibat mewabah di kapal pesiar mewah yang berlayar di Eropa, Indonesia ternyata juga sudah mencatat kasus Hantavirus dalam beberapa waktu terakhir. Kementerian Kesehatan mengungkap ada 23 kasus hantavirus tersebar di sembilan provinsi. 

Meski telah tercatat tiga kematian sejak tiga tahun terakhir, jenis Hantavirus yang ditemukan di Indonesia berbeda dengan yang memicu wabah di kapal pesiar MV Hondius.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gabriella Thesa Widiari)