Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Metrotvnews.com/Richard Alkhalik.
Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,61%, Airlangga: Kalahkan Mayoritas Negara G20
Richard Alkhalik • 5 May 2026 17:46
Jakarta: Di tengah dinamika dan ketidakpastian perekonomian global yang masih mencari titik keseimbangan baru, pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil mencetak performa impresif dengan tumbuh mencapai 5,61 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama 2026 mencapai 5,61 persen, melampaui ekspektasi berbagai lembaga. Angka itu menempatkan Indonesia pada posisi yang sangat kompetitif di kancah global.
"Pertumbuhan kita yang 5,61 persen ini berada di atas beberapa negara G20 yang telah merilis datanya, termasuk Tiongkok, Singapura, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Amerika Serikat. Kita yang tertinggi," sebut Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
Menurut Airlangga, pencapaian tersebut tidak lepas dari berbagai kebijakan strategis pemerintah yang efektif memanfaatkan momentum Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Ia menambahkan konsumsi rumah tangga masih menjadi motor penggerak utama dengan tingkat pertumbuhan sebesar 5,52 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama 2026 mencapai 5,61 persen, melampaui ekspektasi berbagai lembaga. Angka itu menempatkan Indonesia pada posisi yang sangat kompetitif di kancah global.
"Pertumbuhan kita yang 5,61 persen ini berada di atas beberapa negara G20 yang telah merilis datanya, termasuk Tiongkok, Singapura, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Amerika Serikat. Kita yang tertinggi," sebut Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
Menurut Airlangga, pencapaian tersebut tidak lepas dari berbagai kebijakan strategis pemerintah yang efektif memanfaatkan momentum Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Ia menambahkan konsumsi rumah tangga masih menjadi motor penggerak utama dengan tingkat pertumbuhan sebesar 5,52 persen.
| Baca juga: Ekonomi Tumbuh 5,61%, Menkeu Tegaskan Indonesia Jauh dari Resesi |
Optimalkan instrumen fiskal
Pemerintah, jelas Airlangga, juga terus mengoptimalkan instrumen fiskal sebagai bantalan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,4 persen pada 2026. Sepanjang kuartal pertama, realisasi belanja pemerintah melesat tajam di angka 21,81 persen atau menyentuh Rp815 triliun.
Lonjakan belanja tersebut didorong oleh eksekusi berbagai program kementerian dan lembaga, termasuk pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar Rp51,65 triliun serta realisasi awal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mencapai Rp51 triliun hingga Maret 2026.
Airlangga memaparkan prospek cerah perekonomian nasional turut tercermin dari penguatan sejumlah indikator makroekonomi terkini. Tingkat inflasi pada April terkendali di level 2,42 persen.
Optimisme publik juga terjaga dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang menyentuh angka 122,9. Di sektor eksternal, neraca perdagangan mencetak surplus beruntun selama 71 bulan dengan capaian USD3,32 miliar.
Likuiditas dan fungsi intermediasi perbankan juga terpantau solid, ditandai dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 13,55 persen secara tahunan dan penyaluran kredit juga mengalami pertumbuhan 9,49 persen secara tahunan.
Ia menambahkan, kinerja positif ini berbanding lurus dengan peningkatan kualitas indikator sosial. Sepanjang periode Februari 2025 hingga Februari 2026, perekonomian nasional berhasil menyerap 1,89 juta tenaga kerja baru, sehingga total penduduk bekerja mencapai 147,67 juta jiwa. Imbasnya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) susut dari 4,76 persen menjadi 4,68 persen.

(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
Angka kemiskinan turun
Airlangga menegaskan fundamental yang kuat tersebut turut ditopang oleh penurunan angka kemiskinan menjadi 8,25 persen dan rasio Gini di level 0,363 pada September 2025.
Sebagai upaya menjaga ketahanan daya beli masyarakat memasuki triwulan kedua, Airlangga merinci sejumlah strategi optimalisasi fiskal yang telah disiapkan pemerintah, mulai dari pencairan Gaji ke-13 ASN sebesar Rp55 triliun, percepatan distribusi bantuan pangan untuk 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), hingga pengamanan subsidi dan kompensasi energi senilai Rp356,8 triliun.
Lebih lanjut, pemerintah turut menyuntikkan stimulus ke sektor riil melalui revitalisasi fasilitas pendidikan sebesar Rp13,4 triliun, pembiayaan tiga juta unit rumah melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp37,1 triliun, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Rp8,9 triliun, hingga penyediaan plafon kredit perumahan sebesar Rp34,8 triliun.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com