Reruntuhan bangunan Gereja Kalvari akibat guncangan gempa bumi magnitudo 7,6 di Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, Kamis (2/4/2026). ANTARA/Abdul Fatah/aa
Pemerintah Diminta Segera Tangani Gempa M 7,6 Sulut-Malut
Muhamad Marup • 2 April 2026 14:42
Jakarta: Anggota Komisi VIII DPR RI, Husni, mendorong pemerintah untuk segera menangani gempa bermagnitudo 7,6 di Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut). Dia meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan untuk turun langsung membantu masyarakat terdampak.
"Kami meminta BNPB, Basarnas, Kemensos, dan Kemenkes untuk sesegera mungkin turun ke daerah bencana melakukan evakuasi, menyiapkan tenda bagi rumah yang runtuh, serta menyediakan makanan siap saji dan obat-obatan," ujar Husni, dalam keterangan resminya, Kamis, 2 April 2026.
"Dengan kewaspadaan masyarakat dan respons cepat pemerintah, diharapkan penanganan bencana dapat berjalan optimal serta keselamatan warga tetap terjaga," jelasnya.
Husni mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada. Menurutnya, potensi gempa susulan masih dapat terjadi dan perlu diantisipasi dengan langkah-langkah keselamatan yang tepat.
Dia mengingatkan, masyarakat khususnya yang tinggal di wilayah pesisir agar segera mengamankan diri ke tempat yang lebih tinggi. Hal ini guna menghindari potensi tsunami.
"Gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Utara maupun di Maluku Utara itu lumayan kuat, 7,6 Skala Richter. Jadi tentunya, biasanya setiap ada gempa baru, selalu ada gempa-gempa susulan," katanya.

Kerusakan akibat Gempa 7,6 Magnitudo di Sulut-Malut. Foto Metro TV
Husni juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan warga dalam menghadapi gempa susulan dengan mencari lokasi aman yang minim risiko. ketenangan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat.
"Untuk masyarakat, tetap tenang, jangan panik dalam menghadapi situasi gempa bumi ini," ucapnya.