Harga Emas Tergelincir Gegara Spekulasi Kenaikan Suku Bunga

Ilustrasi, emas batangan. Foto: bullionvault.com

Harga Emas Tergelincir Gegara Spekulasi Kenaikan Suku Bunga

Husen Miftahudin • 27 May 2026 11:29

Chicago: Harga emas turun lebih dari satu persen pada perdagangan Selasa waktu setempat, tertekan oleh spekulasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) tahun ini karena serangan militer AS yang kembali terjadi di Iran meredam harapan akan kesepakatan perdamaian, mendorong harga minyak naik, dan menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi.

Mengutip data Yahoo Finance, Rabu, 27 Mei 2026, harga emas spot sebagai harga pasar emas dunia saat ini, turun sebanyak 1,3 persen menjadi USD4.511,23 per troy ons (satuan ukuran logam mulia global yang setara dengan 31,10 gram). Sementara kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni turun 0,2 persen menjadi USD4.513,90 per troy ons.

Pasar obligasi memperkirakan langkah kebijakan suku bunga selanjutnya dari Federal Reserve akan berupa kenaikan. Itu merupakan hal negatif bagi pasar emas.

Kevin Warsh dilantik sebagai kepala Federal Reserve pada Jumat di tengah meningkatnya ekspektasi bank sentral akan mengambil langkah untuk memperketat kebijakan moneter.

Saat ini pasar memperkirakan kenaikan suku bunga Fed sebesar 25 basis poin pada Desember. Meskipun merupakan aset lindung nilai terhadap inflasi, emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil mengalami kesulitan dalam lingkungan suku bunga yang tinggi.
 

Baca juga: Harga Emas Dunia Melonjak 1,1%


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Kenaikan harga minyak picu inflasi 


Di sisi lain, harga minyak mentah Brent naik lebih dari empat persen karena ketidakpastian masih berlanjut mengenai apakah AS dan Iran akan mencapai kesepakatan dan kapan arus pengiriman melalui Selat Hormuz akan kembali normal.

Kenaikan harga minyak mentah memicu inflasi karena produsen meneruskan biaya yang lebih tinggi kepada konsumen. Rilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS pada Kamis akan dipantau secara cermat oleh pasar untuk mengukur tekanan inflasi dan jalur kebijakan moneter The Fed di masa mendatang.

Sementara itu, UBS menurunkan target harga emas akhir tahun sebesar USD400 menjadi USD5.500 karena risiko yang terus berlanjut akibat imbal hasil yang lebih tinggi dan dolar yang lebih kuat.

Adapun, harga perak spot turun sebanyak 2,3 persen menjadi USD76,27 per troy ons, platinum kehilangan 1,3 persen menjadi USD1.942,56, dan paladium turun 1,3 persen menjadi USD1.379,54.

(Husen Miftahudin)