Hewan Kurban di Kepulauan Seribu Dipastikan Sehat dan Sesuai Syariat

Ilustrasi hewan kurban. Foto: MI/Tri Subarkah.

Hewan Kurban di Kepulauan Seribu Dipastikan Sehat dan Sesuai Syariat

Anggi Tondi Martaon • 26 May 2026 14:14

Jakarta: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu memeriksa kondisi hewan kurban di Muara Angke, Jakarta Utara (Jakut). Dipastikan, hewan kurban tersebut dalam kondisi sehat.

“Kami melakukan pemeriksaan hewan di Muara Angke yang diberangkatkan ke Kepulauan Seribu, keadaannya sehat dan sesuai syariat Islam,” kata Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Kepulauan Seribu, Nurliati, dikutip dari Antara, Selasa, 26 Mei 2026.

Nurliati pihaknya telah menyebar puluhan petugas untuk memeriksa hewan kurban setibanya di masing-masing pulau hingga hari pemotongan hewan kurban. Hal itu dilakukan untuk memastikan hewan kurban itu tiba dengan kondisi sehat dan layak.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan hewan kurban juga bakal dilakukan di lokasi saat penyembelihan. “Kami melibatkan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia untuk memastikan agar hewan kurban yang dikirim ke pulau semua dalam keadaan sehat," ujar Nurliati.

Sebelumnya, Pemkab Kepulauan Seribu menyalurkan 46 ekor hewan ternak yang terdiri dari sapi, kambing, dan domba ke sejumlah pulau berpenduduk di daerah setempat jelang Idul Adha 1447 Hijriah.

"Proses pendistribusian hewan kurban tersebut dilakukan dengan menggunakan kapal tradisional KM Pesona Alam dan KM Bima dari Pelabuhan Muara Angke,” kata Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan.

Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan melepas hewan kurban yang diberangkatkan dari daratan Jakarta ke Kepulauan Seribu dengan menggunakan kapal laut dari Dermaga Muara Angke, Jakut. Foto: Antara.

Fadjar menuturkan persiapan pengiriman hewan kurban itu sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Sebab, wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu secara geografis merupakan lautan.

Dari daratan, hewan kurban dibawa dengan menggunakan kapal ke pulau berpenduduk sesuai tujuannya masing-masing.

“Hewan kurban yang kita kirim menggunakan kapal, dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu, utamanya pemeriksaan kesehatan mulut dan kuku,” ungkap Fadjar. 

(Anggi Tondi)