Lebanon Sebut Negosiasi Jadi Satu-satunya Jalan Akhiri Konflik dengan Israel

Presiden Lebanon Joseph Aoun. (Anadolu Agency)

Lebanon Sebut Negosiasi Jadi Satu-satunya Jalan Akhiri Konflik dengan Israel

Willy Haryono • 2 June 2026 19:56

Beirut: Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan negaranya “tidak memiliki pilihan lain selain negosiasi” dengan Israel untuk menghentikan konflik yang telah menewaskan ribuan orang serta memicu gelombang pengungsian besar-besaran.

Dalam pertemuan dengan para pimpinan serikat pekerja di Beirut pada Selasa, 2 Juni 2026, Aoun mengatakan serangan Israel telah menewaskan sekitar 3.000 orang dan membuat lebih dari satu juta warga Lebanon mengungsi.

Menurut pernyataan kepresidenan Lebanon, Aoun menegaskan pemerintah tidak bisa tinggal diam ketika ribuan rumah hancur dan konflik terus berlanjut tanpa kepastian akhir.

“Negara harus peduli terhadap rakyatnya dan tidak bisa berdiri diam,” ujarnya, seperti dikutip dari media Yeni Safak.

Aoun juga menekankan bahwa pemerintah Lebanon tetap berkomitmen menjaga perdamaian sipil dan stabilitas internal di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Ia memperingatkan bahwa pihak-pihak yang memicu perpecahan internal justru dianggap melayani kepentingan Israel.

“Kekuatan bukan terletak pada melanjutkan perang, tetapi pada keberanian mengakhiri perang melalui negosiasi yang melayani kepentingan negara,” kata Aoun.

Serangan Israel di Lebanon

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Israel dan Hizbullah telah sepakat menghentikan serangan satu sama lain melalui komunikasi tidak langsung.

Trump menyebut dirinya menerima jaminan bahwa “semua penembakan akan berhenti."

Namun, militer Israel dilaporkan masih melanjutkan serangan ke wilayah Lebanon pada Selasa meski gencatan senjata yang dimediasi AS telah berlaku sejak 17 April dan kemudian diperpanjang selama 45 hari.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut lebih dari 3.400 orang tewas akibat serangan Israel sejak 2 Maret.

Serangan tersebut juga menyebabkan ribuan rumah hancur dan lebih dari satu juta warga kehilangan tempat tinggal di berbagai wilayah Lebanon.

Baca juga:  Trump Marah dan Bentak Netanyahu atas Eskalasi Serangan Israel di Lebanon

(Willy Haryono)