Kirab Gunungan Meriahkan Festival Maulid Nusantara di Tiga Masjid Kota Tangerang

Festival Maulid Nusantara dalam peringatan Maulid Nabi digelar di Kota Tangerang. Metrotvnews.com/ Hendrik S

Kirab Gunungan Meriahkan Festival Maulid Nusantara di Tiga Masjid Kota Tangerang

Hendrik Simorangkir • 27 August 2026 10:40

Tangerang: Festival Maulid Nusantara dalam rangka memperingati Maulid Nabi digelar di Kota Tangerang. Salah satu rangkaiannya, Kirab Gunungan, untuk pertama kali digelar serentak di tiga masjid.

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar tradisi keagamaan. Momentum tersebut juga menjadi sarana memperkuat syiar Islam, kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta ukhuwah dan silaturahmi di tengah masyarakat.

"Maulid Nabi Muhammad SAW selain untuk mengenang kelahiran Rasulullah, sekaligus meneguhkan kecintaan kita kepada beliau. Semoga peringatan ini membawa keberkahan dan mendorong kita untuk semakin mengenal serta meneladani akhlaknya," ujar Sachrudin, Rabu, 26 Agustus 2026.
 


Kirab gunungan tersebut berlangsung meriah dan disambut antusias masyarakat. Para alim ulama, santri, dan elemen masyarakat diberangkatkan dari Taman Elektrik dan Tugu Jam, kemudian bergerak menuju Masjid Agung Al-Ittihad sebagai pusat pelaksanaan Muludan Tiga Masjid.

Menurut Sachrudin, kemeriahan kirab mencerminkan kebersamaan masyarakat dalam menyambut Maulid Nabi. Berbagai kalangan berjalan bersama, berselawat, dan merayakan Maulid dalam semangat kebersamaan.

"Di sini kita berjalan, bersalawat, dan merayakan Maulid bersama. Ketika syiar dibangun dengan kebersamaan, insya Allah keberkahannya juga semakin luas," kata Sachrudin.

Pelaksanaan Muludan Tiga Masjid tahun ini menjadi momentum istimewa karena untuk pertama kalinya rangkaian kegiatan dari tiga masjid dipertemukan dalam satu perayaan yang berpusat di Masjid Agung Al-Ittihad. Sachrudin mengajak masyarakat tidak sekadar menikmati kemeriahan perayaan, tetapi juga menjadikan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

"Mulai dari menjaga ucapan dan sikap, menghormati tetangga, menyikapi perbedaan dengan bijak, hingga membantu mereka yang membutuhkan. Inilah cara kita menghadirkan ajaran Rasulullah dalam kehidupan. Kemuliaan bukan sebatas kedudukan, tetapi seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan kepada sesama," jelas Sachrudin. 


Festival Maulid Nusantara dalam peringatan Maulid Nabi digelar di Kota Tangerang. Metrotvnews.com/ Hendrik S


Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Maryono yang turut melepas kirab dari Taman Elektrik dan kawasan Tugu Jam mengatakan, keterlibatan jajaran Pemkot Tangerang menjadi wujud kebersamaan dalam menyemarakkan Maulid. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya merawat tradisi keagamaan dan mempererat silaturahmi dengan masyarakat.
  
"Kita bersalawat dan merayakan Maulid bersama. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan keteladanan Rasullullah SAW semakin hadir dalam kehidupan kita. Tradisi ini bukan sekadar perayaan, tetapi tradisi yang harus terus kita rawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya," ungkap Herman.


Festival Maulid Nusantara dalam peringatan Maulid Nabi digelar di Kota Tangerang. Metrotvnews.com/ Hendrik S


Kegiatan yang berlangsung meriah bersama alim ulama, santri, dan berbagai elemen masyarakat ini menjadi bagian dari tradisi Muludan yang telah dirawat warga Kalipasir sejak 1939. Salah satu tradisinya adalah ngarak perahu maulud yang diiringi lantunan salawat sepanjang perjalanan.

Di penghujung Muludan, masyarakat yang hadir turut dijamu dengan 3.000 porsi nasi kebuli untuk disantap bersama. Jamuan tersebut menjadi wujud syukur sekaligus sarana mempererat kebersamaan dan silaturahmi.

(Silvana Febiari)