Penjual bunga dadakan menjelang Ramadan di Jepara. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani
Berkah Ramadan, Penjual Bunga di Jepara Raup Omzet Jutaan Rupiah
Rhobi Shani • 18 February 2026 18:39
Jepara: Tradisi nyekar atau berziarah ke makam menjelang Ramadan menjadi berkah tersendiri bagi para penjual bunga di Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. Mereka dapat meraup omzet hingga jutaan rupiah.
Salah satu pedagang bunga dadakan, yakni Beti Etik Astuti. Penjual bunga asal Desa Robayan, Kecamatan Kalinyamatan itu menjajakan berbagai jenis bunga, mulai dari sedap malam hingga buket, di sekitar Makam Mbah Shodiq, Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan.
"Alhamdulillah ramai ini. Ada bunga buket harga Rp35 ribu. Ada juga tristab purih dan ungu, serta kembang sedap malam," beber Beti di Jepara, Rabu, 18 Februari 2026.
Beti sudah berjualan sejak 10 tahun yang lalu. Ia bahkan mampu menjual hingga 20 ikat berbagai jenis bunga.
Baca Juga :
Pedagang bunga lainnya, Sri Sugiarti, menyebut sudah berjualan sejak pekan lalu. Ia menjajakan bunga yang digunakan untuk berziarah dengan harga Rp5 ribu untuk satu plastik.
"Ini saya beli langsung dari Bandungan. Sehari sekitar 4 kilogram bunga kenangan. Ini ada juga melati dan bunga lain," ujar Sri.
Ia menyebut telah meraup untung hingga jutaan rupiah dari menjajakan bunga di sekitar makam tersebut. Setiap tahunnya, ia tak pernah ketinggalan berjualan bunga untuk para peziarah.
"Kamis kemarin sudah mulai ramai. Sudah jadi rutinan tiap menjelang Ramadan," ujar Sri.
Selain Beti dan Sri, sekitar 20 pedagang bunga dadakan lainnya juga berjejer menjajakan bunga di lapak meja sederhana. Tangan mereka cekatan membungkus aneka bunga segar ke dalam plastik untuk dijual kepada peziarah yang melintas maupun yang akan berziarah.
Sementara itu, ribuan peziarah memadati di kompleks Makam Mantingan sejak Jumat, 13 Februari 2026. Banyak peziarah yang datang sejak pagi, baik secara individu maupun kelompok, untuk melantunkan doa-doa dan Surat Yasin di makam Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat.
"Ada ribuan yang ziarah. Mulai ramai memang sebelum memasuki bulan Ramadan," kata Juru Pelihara Makam Mantingan, Syaikhul Amin.
Pada 13 Februari, sebanyak 1.950 peziarah datang dari berbagai daerah. Kemudian, pada hari berikutnya, jumlah peziarah meningkat menjadi sekitar 2.300 orang.
"Paling ramai memang di hari Minggu. Pada Minggu saja ada 4.407 peziarah yang ke sini," ungkap Syaikhul.

Para peziarah di kompelks Makam Mantingan Jepara. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani
Pada Senin, 16 Februari 2026, sekitar 1.500 orang berziarah di kompleks Makam Mantingan. Keesokan harinya, jumlah peziarah berkurang menjadi sekitar 1.200 orang.
"Hari ini mungkin tidak sebanyak hari Minggu kemarin. Jadi paling ramai Minggu kemarin," ungkap Syaikhul.
Salah satu peziarah asal Mantingan, Kecamatan Tahunan, Muna, menuturkan bahwa berziarah di Makam Mantingan memang menjadi agenda rutin menjelang puasa. Ia yang pergi bersama suami dan dua anaknya sengaja meluangkan waktu sejak pagi untuk berziarah, karena masih ada dua tempat ziarah lainnya yang akan mereka sambangi.
"Memang rutinan tiap mau puasa ziarah ke sini. Kemudian dilanjut di Sunan Kudus dan Sunan Muria," ujar Muna.