Bukan Sekadar Tabur Bunga, Nyadran Jadi Ajang Temu Kangen Keluarga Besar

TPU Karet Pasar Baru Barat, Jakarta Pusat. Foto: Metro TV/Enrich Samuel.

Bukan Sekadar Tabur Bunga, Nyadran Jadi Ajang Temu Kangen Keluarga Besar

Enrich Samuel • 17 February 2026 14:23

Jakarta: Di bawah naungan langit Jakarta yang terik, TPU Karet Pasar Baru Barat, Jakarta Pusat, mendadak riuh oleh kehadiran peziarah dari berbagai penjuru. Di sela-sela nisan yang berderet rapi, tradisi Nyadran kembali bersemi. 

Bagi sebagian orang, ziarah jelang Ramadan bukan sekadar ritual menabur bunga. Namun, sebagai momentum emas untuk merajut kembali tali silaturahmi yang mungkin sempat merenggang oleh kesibukan.

“Iya, setiap tahun sebelum puasa selalu ziarah ke makam kerabat dan juga ke makam keluarga besar. Dari yang dekat di Bogor sampai yang di Jakarta. Biasanya kita lakuin satu minggu sebelum puasa,” ujar Putra, seorang warga asal Bogor kepada Metrotvnews.com, Selasa, 17 Februari 2026.
 


Bagi Putra, perjalanan dari Bogor menuju Jakarta adalah ritual kebersamaan. Tak tanggung-tanggung, ia memboyong keluarga besarnya dalam sebuah iring-iringan kendaraan yang panjang. Di TPU Karet, mereka mengunjungi makam ibu, kakek, nenek, hingga saudara-saudara jauh yang telah berpulang lebih dulu.

“Rutin sih mas, bersama keluarga besar. Biasanya beberapa mobil iring-iringan menuju ke tempat makam. Selain doa, biasanya kita kumpul bareng saudara-saudara sekitar Jabodetabek, silaturahmi sekalian temu kangen sih mas,” tutur Putra.

Nyadran bagi keluarga Putra memiliki makna berlapis. Sebelum kaki melangkah ke area pemakaman, mereka biasanya berkumpul di kediaman anggota keluarga yang paling dituakan. 

Di sana, mereka bersimpuh dalam doa dan salat berjamaah. Sebuah tradisi yang diwariskan secara turun-temurun untuk membersihkan hati sebelum memasuki bulan suci.


TPU Karet Pasar Baru Barat, Jakarta Pusat. Foto: Metro TV/Enrich Samuel.

“Iya betul, tiap tahun saya dan keluarga selalu melakukan doa bersama sambil kumpul di satu rumah, yaitu di rumah keluarga yang paling tua. Di sana kita kumpul dan sholat bareng,” ucap Putra.

Momen Nyadran di TPU Karet tahun ini menjadi bukti bahwa di tengah modernisasi, nilai-nilai kekeluargaan tetap kokoh berdiri. Di antara harum mawar dan sejuk air siraman, terselip harapan agar ikatan batin dengan mereka yang telah tiada tetap terjaga, sembari memastikan hubungan saudara yang masih ada kian erat menjelang datangnya bulan penuh ampunan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)