Proses evakuasi warga Jepara yang meninggal diduga overdosis. Metrotvnews.com/ istimewa
Juru Parkir Ditemukan Meninggal dengan Mulut Berbusa di Hotel Kudus
Rhobi Shani • 28 February 2026 17:54
Kudus: Seorang pria asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, inisial LG, 47, ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar hotel di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Korban yang bekerja sebagai juru parkir itu ditemukan pada Jumat, 27 Februari 2026.
Kapolsek Kaliwungu AKP Deni Dwi Noviandi menjelaskan, korban datang seorang diri ke hotel pada Kamis, 26 Februari 2026 sekitar pukul 19.24 WIB dengan mengendarai sepeda motor. Korban kemudian memesan kamar untuk menginap.
“Sekitar pukul 20.13 WIB ada seorang perempuan yang datang menemui korban di kamar. Perempuan tersebut keluar kembali sekitar pukul 20.47 WIB,” jelas AKP Deni saat dikonfirmasi, Sabtu, 28 Februari 2026.

Proses evakuasi warga Jepara yang meninggal diduga overdosis. Metrotvnews.com/ istimewa
Keesokan paginya, lanjut dia, seorang karyawan hotel merasa curiga karena lampu kamar masih menyala dan tidak ada jawaban ketika pintu diketuk. Setelah pintu dibuka dan diketahui tidak terkunci dari dalam, korban ditemukan dalam kondisi mengeluarkan busa dari mulutnya, terlentang di atas tempat tidur dengan selimut menutupi tubuhnya.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Kaliwungu. Petugas bersama tim dari Polres Kudus, Unit Inafis, serta dokter Puskesmas Kaliwungu mendatangi lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan medis.“Kami juga mengamankan obat kuat yang ada di jok motor korban,” imbuh Deni.
Ia menuturkan, dokter Puskesmas Kaliwungu, dr Hasyim Afro, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan luar tidak menunjukkan adanya luka akibat kekerasan benda tumpul maupun tajam.
Untuk memastikan penyebab kematian secara pasti, menurut dr Hasyim, diperlukan pemeriksaan lanjutan melalui autopsi. Namun, pihak keluarga menolak tindakan tersebut.
"Kami hanya bisa menyimpulkan berdasarkan pemeriksaan luar," kata dr Hasyim.
Deni menuturkan pihak keluarga telah dihubungi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Mereka juga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi serta membuat surat pernyataan resmi.