Harga Emas Berpotensi Menguat, Simak Proyeksinya Hari Ini

Ilustrasi emas batangan. Foto: Investopedia.

Harga Emas Berpotensi Menguat, Simak Proyeksinya Hari Ini

Husen Miftahudin • 26 February 2026 10:20

Jakarta: Harga emas dunia menunjukkan kecenderungan menguat pada perdagangan hari ini, didukung oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang masih memberikan sentimen positif terhadap logam mulia tersebut.

"Emas masih berada dalam tren bullish pada timeframe H1, seiring dengan meningkatnya permintaan aset safe-haven di tengah ketidakpastian global dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat," kata analisis dari Dupoin Futures yang disampaikan analis Andy Nugraha, Kamis, 26 Februari 2026.

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas tercatat mengalami kenaikan lebih dari satu persen dan sempat diperdagangkan di level USD5.204 setelah memantul dari titik terendah intraday di sekitar USD5.121. Sementara itu, pada sesi awal perdagangan Asia hari ini, XAU/USD masih bertahan di kisaran USD5.165, mencerminkan stabilitas harga setelah reli signifikan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menunjukkan minat beli terhadap emas masih relatif kuat, terutama di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan ketidakpastian kebijakan perdagangan global.

Andy menjelaskan secara teknikal, tren bullish emas semakin diperkuat oleh formasi candlestick dan indikator Moving Average yang menunjukkan kecenderungan kenaikan lanjutan. Posisi harga yang tetap berada di atas garis rata-rata pergerakan utama mengindikasikan dominasi buyer di pasar. Hal ini menjadi sinyal momentum kenaikan masih terjaga dan membuka peluang bagi emas untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek.

"Berdasarkan struktur teknikal yang terbentuk, tren bullish pada XAU/USD masih solid. Selama harga mampu bertahan di atas area support terdekat, peluang kenaikan lanjutan masih terbuka," jelas Andy.

Menurut proyeksi Dupoin Futures, apabila tekanan bullish terus berlanjut, harga emas berpotensi naik menuju level resistance berikutnya di sekitar USD5.250. Level ini menjadi area psikologis penting yang dapat menjadi target jangka pendek bagi para pelaku pasar. Keberhasilan menembus level tersebut berpotensi memperkuat tren naik yang telah terbentuk sejak beberapa waktu terakhir.

Namun demikian, Andy juga mengingatkan potensi koreksi tetap perlu diwaspadai sebagai bagian dari dinamika pasar yang sehat. Jika harga gagal mempertahankan momentum kenaikan, maka emas berpotensi mengalami koreksi menuju area support terdekat di sekitar level USD5.149. Area ini diperkirakan menjadi zona support penting yang dapat menahan tekanan jual dalam jangka pendek.
 

Baca juga: Harga Emas Dunia Kinclong Lagi


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Didorong peningkatan ketegangan geopolitik AS-Iran


Dari sisi fundamental, penguatan harga emas juga didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik yang lebih luas mendorong investor untuk beralih ke aset safe-haven seperti emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap ketidakpastian. Selain itu, ketidakjelasan arah kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat turut menambah tekanan pada pasar keuangan global, yang pada akhirnya meningkatkan daya tarik emas.

Pelaku pasar juga tengah menantikan rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan akan dirilis dalam waktu dekat. Data inflasi ini akan menjadi indikator penting bagi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Jika data inflasi menunjukkan perlambatan atau sesuai ekspektasi pelonggaran, maka hal tersebut dapat semakin memperkuat posisi emas. Sebaliknya, jika inflasi meningkat lebih tinggi dari perkiraan, dolar AS berpotensi menguat dan dapat menekan harga emas dalam jangka pendek.

Secara keseluruhan, kombinasi antara faktor teknikal yang kuat dan dukungan sentimen fundamental menunjukkan prospek harga emas masih cenderung positif. Dupoin Futures menilai tren bullish masih menjadi skenario utama selama harga tetap bertahan di atas area support kunci.

Dengan kondisi pasar yang masih dipenuhi ketidakpastian global, emas diperkirakan tetap menjadi aset pilihan utama bagi investor yang mencari stabilitas dan perlindungan nilai.

"Untuk perdagangan hari ini, pelaku pasar disarankan untuk mencermati pergerakan harga di sekitar level support USD5.149 dan resistance USD5.250 sebagai acuan utama dalam menentukan strategi transaksi, seiring dengan potensi volatilitas yang tetap tinggi di pasar emas global," tutur Andy.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)