Ilustrasi - Siswa bersekolah menggunakan masker akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan. ANTARA/Rendhik Andika.
Kualitas Udara Memburuk, Disdikbud Kobar Izinkan Sekolah Terapkan PJJ
Silvana Febiari • 22 September 2026 19:34
Kotawaringin Barat: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) memberikan diskresi kepada seluruh satuan pendidikan untuk menyesuaikan model pembelajaran. Salah satunya penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sesuai kondisi masing-masing sekolah.
"Penyesuaian moda belajar ini diharapkan dapat menekan dampak gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada anak-anak sekolah," kata Kepala Disdikbud Kobar Muhammad Alamsyah, dilansir dari Antara, Selasa, 22 September 2026.
Penyesuaian kegiatan belajar mengajar tersebut dikeluarkan melalui Surat Imbauan Kepala Dinas Nomor 824/1880/Sekr/Dikbud, pada poin 8. Yaitu, setiap satuan pendidikan diberikan kewenangan atau diskresi mandiri untuk menerapkan moda pembelajaran adaptif maupun PJJ sesuai dengan tingkat keparahan kualitas udara di wilayah sekolah masing-masing.
Baca Juga :
Langkah tersebut diambil menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kobar dalam beberapa hari terakhir. "Paparan asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan, membuat aktivitas luar ruangan tidak aman bagi anak-anak sekolah," ujarnya.
Berdasarkan data dan informasi terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kabupaten Kobar berada pada kisaran kategori Sangat Tidak Sehat hingga Berbahaya.
"Tentunya, Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kesehatan, terutama pernapasan," ungkapnya.

Ilustrasi siswa sekolah dasar menggunakan masker karena kabut asap. (ANTARA/Kasriadi)
Melihat kondisi udara saat ini, Alamsyah juga mengimbau seluruh sekolah aktif memantau perkembangan nilai ISPU. "Tidak hanya itu, pihak sekolah juga diminta untuk mengawasi dan mengevaluasi kondisi kesehatan warga sekolah, serta mengutamakan keselamatan para siswa, guru, dan tenaga kependidikan," ujar Alamsyah.
Dirinya menghimbau kepada orang tua peserta didik untuk menjaga kesehatan anak-anaknya. Caranya dengan memastikan tetap berada di dalam rumah dan tidak beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.
"Pastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah dan terus menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Keselamatan dan kesehatan anak menjadi prioritas utama kita bersama," tutur Alamsyah.