Sejumlah Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) menyelamatkan seorang remaja berusia 15 tahun, bernama Haikal. Foto: Dok. Istimewa.
Remaja 15 Tahun Nyaris Tenggelam di Aceh, Diselamatkan Taruna Akpol
Siti Yona Hukmana • 1 February 2026 20:47
Aceh Tamiang: Sejumlah Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) saat bertugas dalam penanganan bencana di Provinsi Aceh menyelamatkan seorang remaja berusia 15 tahun, bernama Haikal. Dia berhasil diselamatkan setelah terseret arus Sungai Tamiang sejauh 20 meter akibat terpeleset saat bermain di pinggir sungai.
“Dengan sigap, Taruna Akademi Kepolisian mengevakuasi korban ke daratan untuk memberi pertolongan pertama hingga si korban berhasil memuntahkan air cokelat Sungai Tamiang yang tertelan. Korban katanya kepeleset lagi main,” kata Danyon Taruna TK 3 Akpol, AKBP Evon Fitrianto, saat dikonfirmasi, Minggu, 1 Februari 2026.
Evon menceritakan, insiden tersebut terjadi pada Jumat, 30 Januari 2026, sekitar pukul 16.45 WIB. Saat itu, tujuh orang Taruna Akpol tengah bersiap melaksanakan agenda trauma healing dan bakti sosial di Masjid Al-Ikhsan Kuala Simpang. Mendengar teriakan minta tolong dari warga, para taruna tersebut langsung berjibaku melakukan penyelamatan di arus sungai yang keruh.
Ketujuh Taruna Akpol yang terlibat adalah Brigtar Muhammad Fahir, Brigtar Jason Moreno Nanggal Hutagalung, Brigtar Davindra Nur Oktafansyah, Brigtar Tribrata Putra Sambo, Brigtar Muhammad Raihan Aprilianto, Brigtar Dino Surya Wijaya, dan Brigtar Boni Arga Sihombing.
Setelah berhasil ditarik ke daratan, Haikal segera dievakuasi menuju Posko Medis Biddokes Polda Aceh. Sepanjang perjalanan, para taruna berupaya keras menjaga kesadaran korban yang beberapa kali hampir pingsan dan muntah.
“Beberapa kali Haikal hampir tidak sadarkan diri kembali, namun Taruna Akademi Kepolisian berusaha untuk menjaga saudara Haikal tetap sadar,” ujar Evon.

Sejumlah Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) menyelamatkan seorang remaja berusia 15 tahun, bernama Haikal. Foto: Dok. Istimewa.
Setibanya di posko medis, para taruna juga membantu membersihkan sisa lumpur dan mengganti pakaian korban yang basah dengan selimut hangat untuk mencegah hipotermia sembari menunggu ambulans.
“Kami bantu melepaskan bajunya yang basah diganti dengan selimut hangat mencegah hipotermia hingga menunggu ambulans datang, untuk dilarikan ke Rumah Sakit Umum Tamiang guna diberikan penanganan lebih lanjut,” jelas Evon.
Saat ambulans datang, tiga Taruna Akpol tetap mendampingi korban. Sedangkan, empat lainnya membantu menenangkan keluarga korban dengan melaksanakan komunikasi secara lanjut hingga di IGD Rumah Sakit Umum Tamiang.