Warga Aceh Barat Dilarang Berenang di Pantai Meulaboh, Ini Penyebabnya

Salah satu pantai di Meulaboh, Aceh Barat. (Dokumentasi/ Wikipedia)

Warga Aceh Barat Dilarang Berenang di Pantai Meulaboh, Ini Penyebabnya

Silvana Febiari • 19 April 2026 09:55

Aceh Barat: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat melarang masyarakat berenang di sepanjang kawasan pantai Kota Meulaboh. Larangan ini menyusul dua insiden warga tenggelam yang terjadi dalam waktu berdekatan pada akhir Maret dan 13 April 2026.

“Kami melihat masyarakat sebenarnya sudah mulai patuh. Namun terkadang masih ada yang berkeinginan melakukan aktivitas di pinggir pantai. Ini sangat berbahaya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat Teuku Ronald Nehdiansyah, seperti dilansir Antara, Minggu, 19 April 2026. 

Meski masyarakat tidak berniat mandi dan hanya beraktivitas di pinggir pantai, risikonya tetap ada. Gelombang tinggi bisa tiba-tiba menarik warga ke laut, sehingga dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan.
 


Teuku mengatakan sejak awal pihaknya telah menetapkan kawasan pantai di Kota Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat, sebagai zona tidak layak untuk aktivitas pemandian.

Karakteristik gelombang yang tinggi serta arus yang kuat menjadi faktor risiko utama bagi keselamatan warga. Selain faktor gelombang, kata dia, pertemuan arus di area muara sungai juga disebut sebagai penyebab utama kuatnya tarikan arus di pantai tersebut.

“Secara historis kawasan ini memang dikenal sebagai titik rawan yang telah memakan banyak korban jiwa sejak lama dan setiap tahun selalu memakan korban,” ujarnya.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah. (ANTARA/HO-Pribadi)


Merespons kejadian pada Senin, 13 April lalu, saat seorang warga Meulaboh meninggal dunia di kawasan Pantai Wisata Suak Ribee Meulaboh, BPBD terus meningkatkan langkah-langkah preventif. Upaya tersebut dilakukan dengan memasang papan imbauan serta menambah dan memperbarui rambu larangan mandi di titik-titik strategis agar lebih terlihat oleh masyarakat.

Kemudian melakukan pemantauan lebih berkala guna mengingatkan warga yang masih nekat beraktivitas di zona bahaya, serta melakukan patroli rutin termasuk pada hari-hari besar saat kunjungan wisatawan meningkat. Namun mengingat kejadian terbaru terjadi di hari biasa, pihaknya akan mengevaluasi pola pengawasan agar tetap efektif meski di luar masa liburan.

BPBD Aceh Barat berharap masyarakat lebih sadar dan disiplin dalam mematuhi larangan yang berlaku. Hal ini penting untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)