Konferensi Pers UTBK 2026. Tangkapan layar SNPMB
Ada Sindikat Kecurangan UTBK, Panitia SNPMB Ingatkan Sanksi Blacklist
Muhamad Marup • 21 April 2026 13:34
Jakarta: Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 menemukan adanya sindikat kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026. Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok, menyebut, mereka menghasut peserta agar mau menggunakan jasa mereka untuk melakukan kecurangan.
"Ditemukan ada sindikat kecurangan yang memang berusaha untuk calon peserta agar supaya bisa mau untuk curang," ujar Eduart, dalam konferensi pers UTBK 2026, Selasa, 21 April 2026.
"Sekali lagi praktek-praktik kecurangan ini tidak akan kami tolerir ya," tegas Rektor Universitas Negeri Gorontalo itu.
Bentuk kecurangan UTBK
Eduart menuturkan terjadi berbagai modus kecurangan di hari pertama mulai dari joki hingga penggunaan alat komunikasi. Berikut beberapa kasus yang terjadi:
Pemalsuan dokumen
Pemalsuan dokumen merupakan kecurangan yang sering terjadi tiap penyelenggaraan UTBK. Modus ini dilakukan agar joki UTBK bisa mengerjakan langsung soal di lokasi UTBK.

Temuan kecurangan UTBK 2026. Sumber Panitia SNPMB
Alat komunikasi
Kecurangan menggunakan alat komunikasi muncul ketika teknologi semakin canggih. Modus ini dilakukan agar peserta bisa mengerjakan tes secara langsung dengan bantuan orang lain.

Temuan kecurangan UTBK 2026. Sumber Panitia SNPMB
Lokasi kecurangan UTBK
Eduart yang juga Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) itu mengungkapkan, ada 2.940 potensi kecurangan terjadi pada hari pertama pelaksanaan UTBK 2026. Ia mengimbau peserta UTBK mengurungkan niat untuk curang pada pelaksanaan UTBK selanjutnya.
"Jadi sekali lagi kami sampaikan bahwasanya jauh lebih baik bagi yang berniat untuk curang dan sebagainya sebaiknya diurungkan," ujarnya.
Potensi kecurangan tersebut didapat dari anomali data yang terjadi saat pelaksanaan UTBK. Eduart menegaskan, pihaknya akan memperketat pengawasan termasuk di pusat-pusat UTBK yang ada indikasi anomali data.
"Kita lebih perketat lagi di pusat-pusat UTBK yang terdapat data anomali," jelas Eduart, dalam konferensi pers UTBK 2026, Selasa, 21 April 2026.
Kecurangan-kecurangan terjadi di beberapa Pusat UTBK. Berikut ini beberapa di antaranya: