Ilustrasi, grafik pergerakan harga bitcoin. Foto: dok Istimewa.
Arus Keluar ETF Tekan Bitcoin, Harga Jatuh di Bawah USD60 Ribu
Husen Miftahudin • 29 June 2026 09:13
New York: Harga bitcoin turun di bawah level psikologis USD60 ribu pada perdagangan Minggu waktu setempat, seiring tekanan dari arus keluar dana exchange traded fund (ETF), penguatan dolar Amerika Serikat (AS), dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve.
Mengutip Investing.com, Senin, 29 Juni 2026, bitcoin tercatat melemah 1,46 persen ke level USD59.919, setelah sempat bertahan di atas USD60 ribu pada akhir pekan.
Aset kripto terbesar di dunia itu kini berada di jalur mencatat kerugian kuartalan untuk kedua kali berturut-turut. Jika terjadi, ini akan menjadi kali ketiga Bitcoin memulai tahun dengan dua kuartal negatif secara beruntun.
Arus keluar ETF masih berlanjut
Permintaan institusional terhadap bitcoin menunjukkan pelemahan dalam beberapa sesi terakhir. ETF spot Bitcoin di AS mencatat arus keluar bersih selama tujuh hari perdagangan berturut-turut.
Pada Jumat, 27 Juni 2026, dana keluar dari ETF Bitcoin mencapai sekitar USD445 juta. Secara bulanan, total arus keluar telah menyentuh sekitar USD4,06 miliar, sehingga total aset ETF turun menjadi sekitar USD72,8 miliar.
Tekanan dari investor institusional ini menjadi salah satu faktor utama yang membebani harga Bitcoin dalam jangka pendek. Di tengah tekanan jual, data on-chain menunjukkan aktivitas pembelian oleh investor besar atau whale justru meningkat.
Volume transaksi bernilai lebih dari USD100 ribu hingga USD1 juta melonjak setelah bitcoin sempat bergerak di bawah USD60 ribu. Kondisi ini mengindikasikan adanya aksi akumulasi saat harga melemah.
Pada saat yang sama, pemegang jangka panjang mulai merealisasikan kerugian setelah tekanan harga berlangsung selama beberapa pekan. Analis menilai kondisi itu berpotensi mengurangi tekanan jual ke depan karena pasokan Bitcoin yang masih mencetak keuntungan mulai berkurang.
Baca Juga :
Bitcoin Menguat dan Kokoh di Level USD60 Ribu
Kebijakan The Fed jadi sorotan
Faktor makroekonomi juga masih menjadi tantangan utama bagi pasar aset digital. Ekspektasi pasar kini mengarah pada tambahan kenaikan suku bunga Federal Reserve di bawah kepemimpinan Ketua The Fed, Kevin Warsh.
Pernyataan terkait fokus bank sentral terhadap stabilitas harga kembali ditegaskan pada Kamis, 26 Juni 2026. Prospek suku bunga yang lebih tinggi memperkuat dolar AS dan meningkatkan tekanan terhadap aset berisiko, termasuk mata uang kripto.
Selain bitcoin, aset lindung nilai seperti Gold dan perak juga bergerak melemah akibat penguatan dolar. Ketiga aset tersebut terkena dampak dari berakhirnya strategi "currency debasement trade" atau perdagangan yang bertumpu pada pelemahan mata uang, yang sebelumnya menguntungkan aset langka sebagai instrumen lindung nilai.
Grayscale Investments menilai arah pergerakan besar bitcoin selanjutnya akan bergantung pada sejumlah katalis, termasuk keputusan The Fed, perkembangan RUU Clarity di Senat AS, serta kondisi neraca perusahaan Strategy yang menjadi sorotan terkait model akuisisi Bitcoin berbasis leverage.
Meski koreksi masih terjadi, Grayscale menilai fundamental jangka panjang aset digital tetap kuat, ditopang oleh adopsi institusional, pertumbuhan stablecoin, dan ekspansi tokenisasi aset dunia nyata.

(Ilustrasi. Foto: dok KBI)
Harga terbaru aset kripto
Mayoritas aset kripto diperdagangkan lebih rendah pada perdagangan Minggu. Berikut rinciannya:
- Ethereum turun 0,12 persen ke level USD1.582,32.
- XRP bergerak stabil di level USD1,0569.
- BNB melemah 1,29 persen ke posisi USD558,40.
- Solana naik 0,14 persen.
- Cardano turun 0,73 persen.
- Dogecoin melemah 1,84 persen.
- Token meme Official Trump turun 2,73 persen.