Ketua Komisi XIII DPR, Willy Aditya. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.
Willy Aditya Ingin Gedung Agung Yogyakarta Jadi Sarana Edukasi Sejarah
Silvana Febiari • 12 February 2026 17:13
Yogyakarta: Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, menekankan pentingnya menjadikan Istana Kepresidenan Yogyakarta (Gedung Agung) sebagai simbol yang inklusif dan terbuka bagi rakyat. Gedung ini juga diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana edukasi sejarah.
Willy menyebut Gedung Agung memiliki nilai historis yang kuat sebagai 'rahim republik'. Apalagi, Yogyakarta pernah menjadi ibu kota sementara republik dan tempat kelahiran tokoh bangsa, termasuk Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.
"Konteksnya adalah bagaimana kita ingin membuka istana untuk rakyat. Ini adalah tempat yang penuh histori, bayinya republik itu ada di sini. Membangun benang merah historis itu harus konkret supaya kita tidak menjadi bangsa yang amnesia," ujar Willy dalam kunjungan kerja spesifik Komisi XIII DPR ke Gedung Agung, Yogyakarta, Rabu, 11 Februari 2026.
Semangat membuka istana ini sejalan dengan antusiasme publik terhadap program “Istana untuk Rakyat” (Istura). Data kunjungan Gedung Agung menunjukkan lonjakan minat masyarakat mempelajari sejarah kepresidenan pasca-pandemi dan renovasi.

Ketua Komisi XIII DPR, Willy Aditya. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.
Tercatat, kunjungan sempat menurun pada 2023 akibat pembangunan dan pengaspalan, hanya mencapai 2.244 pengunjung. Angka ini kemudian meroket pada 2024 saat Istura dibuka penuh untuk umum, yang mencapai 17.789 pengunjung, dan terus meningkat menjadi 20.668 pengunjung pada 2025, didominasi wisatawan nusantara.
Willy berharap program Istura, yang telah menarik puluhan ribu pengunjung, tidak hanya menjadi wisata visual. Ia ingin program ini juga berfungsi sebagai sarana transfer nilai kebangsaan agar generasi penerus tetap memahami dan menjaga identitas sejarahnya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com