Kolaborasi Riset dan Pengalaman Klinis Kunci Inovasi Layanan Kesehatan

Forum Healthier Futures, Sooner: How Technology Closes the Gap in Care yang diselenggarakan di Jakarta. Dok Istimewa.

Kolaborasi Riset dan Pengalaman Klinis Kunci Inovasi Layanan Kesehatan

Arga Sumantri • 2 September 2026 22:25

Jakarta: Layanan kesehatan di Indonesia dinilai membutuhkan solusi yang inovatif dan relevan dengan realitas yang dihadapi pasien maupun tenaga kesehatan. Kolaborasi riset dan pengalaman klinis diyakini kunci terciptanya inovasi layanan kesehatan.

Gagasan ini dibahas dalam forum Healthier Futures, Sooner: How Technology Closes the Gap in Care yang diselenggarakan di Jakarta. Forum yang mempertemukan para peneliti, klinisi, dan pemimpin sektor kesehatan dari Australia dan Indonesia ini diinisiasi The Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) University dan Mandaya Hospital Group.

Forum ini mempertemukan keahlian RMIT di bidang kesehatan, rekayasa, dan teknologi medis (MedTech) dengan pengalaman klinis Mandaya. Kegiatan ini menandai langkah awal kemitraan untuk membawa gagasan-gagasan yang menjanjikan menuju penerapan dalam praktik klinis.

"Dengan menghubungkan kemampuan riset global RMIT dengan mitra di Indonesia seperti Mandaya, kami ingin menghadirkan dampak nyata yang sesuai dengan kebutuhan lokal," kata Direktur RMIT Indonesia Tantia Dian Permata Indah dalam keterangan tertulis, Rabu, 2 September 2026.

Sistem kesehatan Indonesia tengah bertransformasi, sekaligus terus menghadapi tantangan akibat karakter geografis, meningkatnya beban penyakit kronis, dan belum meratanya distribusi tenaga kesehatan. 

Proyeksi Kementerian Kesehatan pada 2026 menunjukkan tenaga medis dan tenaga kesehatan masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan dan Pulau Jawa, sementara kawasan timur Indonesia mengalami kekurangan tenaga dalam jumlah besar. Inisiatif nasional seperti platform SATUSEHAT juga membangun fondasi bagi informasi kesehatan yang lebih terhubung antar fasilitas.

Forum Healthier Futures, Sooner: How Technology Closes the Gap in Care yang diselenggarakan di Jakarta. Dok Istimewa.

Riset dan Kolaborasi Klinis Jawab Kesenjangan Layanan Kesehatan

Forum ini disebut membahas bagaimana riset, teknologi, dan kolaborasi klinis dapat menjawab kesenjangan nyata dalam pelayanan kesehatan, mulai dari memperluas akses di luar kota-kota besar dan mendukung diagnosis lebih dini, hingga memperkuat kapasitas klinis dan memastikan data kesehatan digunakan secara aman.

"Prioritas layanan kesehatan Indonesia membutuhkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan realitas yang dihadapi pasien dan tenaga kesehatan di Indonesia," beber dia.

Para peserta mendalami pemanfaatan telehealth, pemantauan jarak jauh, kecerdasan buatan (AI), sensor wearable, biomarker, serta sistem kesehatan yang saling terhubung. Diskusi berfokus pada bagaimana teknologi tersebut dapat melengkapi keahlian klinis dan membantu menerapkan hasil riset dalam layanan kesehatan nyata.

"Riset menghasilkan nilai terbesar ketika manfaatnya menjangkau pasien dan meningkatkan praktik sehari-hari. Para peneliti, klinisi, dan organisasi layanan kesehatan perlu bekerja bersama sejak awal agar gagasan baru dapat diterapkan secara aman dan efektif dalam layanan kesehatan," kata perwakilan RMIT University, Ross Vlahos.

Forum ini juga menghadirkan sesi praktik tentang pencegahan risiko jatuh dan kesehatan lutut, yang menunjukkan penerapan riset dalam upaya pencegahan, rehabilitasi, dan pemulihan pasien.

"Menggabungkan keahlian riset RMIT dengan pengetahuan klinis lokal Mandaya dapat membantu kami mengidentifikasi solusi yang relevan bagi Indonesia dan menjajaki bagaimana solusi tersebut dapat diterapkan secara bertanggung jawab dalam layanan kesehatan nyata," kata Presiden Direktur Mandaya Hospital Group Ben Widaja.

RMIT dan Mandaya menjadikan forum ini sebagai titik awal untuk memperdalam kolaborasi dan pertukaran pengetahuan. Area kerja sama yang berpotensi dikembangkan meliputi riset bersama, penerapan hasil riset ke dalam praktik klinis, pengembangan tenaga kesehatan, serta uji coba teknologi yang dirancang untuk menjawab tantangan kesehatan nyata di Indonesia.

(Arga Sumantri)