Ini Alasan Bank Indonesia Tahan BI Rate di Level 5,75%

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Firman Mochtar. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari.

Ini Alasan Bank Indonesia Tahan BI Rate di Level 5,75%

Andika Fauzan Azhari • 23 October 2026 16:30

Jakarta: Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Oktober 2026, karena inflasi dinilai masih terkendali dan berada dalam sasaran target.
 
Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Firman Mochtar mengatakan, BI tetap merespons tekanan terhadap nilai tukar rupiah akibat dinamika global melalui instrumen insentif dan kebijakan nilai tukar yang terukur.  
 
"Kita pertahankan tetap karena inflasinya masih oke, tapi kita melihat memang ada tekanan kurs, prospek hitungan kita secara umum masih oke, tapi kita harus respons. Responsnya melalui insentif tadi, kita nilai tukar," ujar Firman dalam Taklimat Media di Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026.  
 
Ia menjelaskan, sepanjang inflasi masih dapat dikelola dalam kisaran target, suku bunga acuan akan dipertahankan. Namun, BI tetap menyiapkan langkah-langkah penyesuaian lanjutan apabila tekanan inflasi melampaui batas target di masa mendatang.
 


BI Sebut Kinerja Korporasi dan Konsumsi Topang Kredit

(Gedung Bank Indonesia. Foto: dok MI)

 

Perkuat transmisi kebijakan moneter

 
Menurut Firman, langkah penyesuaian ini merupakan bagian dari upaya BI untuk memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter agar berdampak optimal ke sektor perbankan, pasar uang, hingga pertumbuhan ekonomi.  
 
"Upaya kita untuk melakukan ini adalah bagaimana kita memperkuat efisiensi dan mendukung efektivitas dari kebijakan moneter ke depan," tambah Firman.  
 
Dengan penyeimbangan likuiditas dan pergerakan suku bunga yang lebih simetris, BI berharap transmisi kebijakan dapat berjalan efektif hingga ke sektor riil dan mengendalikan inflasi secara berkelanjutan di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

(Husen Miftahudin)