Arti dan Fungsi Tanda Plus di Papan Nama Stasiun Kereta Api

Foto: Instagram @kai121_

Arti dan Fungsi Tanda Plus di Papan Nama Stasiun Kereta Api

Muhamad Marup • 9 October 2026 17:07

Jakarta: Papan nama stasiun kereta api tidak hanya memuat nama tempat, tetapi juga informasi berupa tanda plus (+) yang diikuti angka. Tanda tersebut bukan sekadar pelengkap tulisan saja.

Dikutip dari akun Instagram resmi PT Kereta Api Indonesia (KAI), @kai121_, tanda + menandakan bahwa stasiun berada di atas permukaan laut. Sebagai contoh, jika papan nama stasiun mencantumkan angka +54 M, artinya stasiun tersebut berada pada ketinggian 54 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Informasi ketinggian ini dapat ditemukan pada papan nama sejumlah stasiun di Indonesia. Selain menjadi informasi geografis, angka tersebut juga memiliki fungsi penting dalam operasional perjalanan kereta api.

Fungsi Informasi Ketinggian pada Papan Nama Stasiun

Menurut penjelasan KAI melalui Instagram @kai121_, informasi ketinggian stasiun memiliki beberapa kegunaan, terutama dalam mendukung operasional kereta api dari masa ke masa. Berikut fungsi dari informasi tersebut:

1. Acuan pengereman kereta zaman dulu

Sebelum sistem rem bertekanan udara digunakan seperti sekarang, pengereman kereta api masih dilakukan secara manual oleh petugas di setiap kereta.

Pada masa itu, informasi ketinggian menjadi salah satu acuan untuk menentukan beban rangkaian kereta dan jumlah petugas yang diperlukan untuk melayani pengereman. Informasi tersebut diperlukan untuk menyesuaikan kebutuhan operasional kereta dengan kondisi jalur yang dilalui.

Stasiun Gambir akan Berubah, Simak Rencana Integrasi KRL

Ilustrasi Stasiun Gambir. Foto: dok MI.

2. Pertimbangan waktu tempuh dan kecepatan kereta

Perbedaan ketinggian wilayah turut memengaruhi karakteristik jalur yang dilalui kereta api. Jalur yang menuju dataran tinggi dapat memiliki kondisi tanjakan dan turunan yang berbeda dari jalur di dataran rendah.

Karena itu, informasi ketinggian menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam memperhitungkan waktu tempuh dan kecepatan kereta saat melintasi suatu wilayah.

3. Pertimbangan penyusunan GAPEKA

Informasi ketinggian juga dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam penyusunan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA).

GAPEKA merupakan pedoman pengaturan perjalanan kereta api yang memuat informasi mengenai perjalanan kereta, termasuk jadwal dan pengaturan operasionalnya. Dalam penyusunannya, kondisi jalur perlu diperhatikan agar perjalanan kereta dapat berlangsung sesuai perencanaan.

Contoh Ketinggian Sejumlah Stasiun di Indonesia

Berikut beberapa contoh ketinggian stasiun kereta di Indonesia:
  1. Stasiun Gambir: +16 mdpl
  2. Stasiun Pasar Senen: +4,7 mdpl
  3. Stasiun Bandung: +709 mdpl
  4. Stasiun Cirebon: +4 mdpl
  5. Stasiun Semarang Tawang: +2 mdpl
  6. Stasiun Purwokerto: +75 mdpl
  7. Stasiun Yogyakarta: +113 mdpl
  8. Stasiun Madiun: +63 mdpl
  9. Stasiun Surabaya Gubeng: +5 mdpl
  10. Stasiun Jember: +89 mdpl
  11. Stasiun Medan: +22 mdpl
  12. Stasiun Padang: +8 mdpl
  13. Stasiun Kertapati: +2 mdpl
  14. Stasiun Tanjungkarang: +96 mdpl
Daftar tersebut merupakan beberapa contoh stasiun dan tidak mencakup seluruh stasiun di Indonesia.


(Siti Nahdia Usman)

(Muhamad Marup)