Presiden Prabowo Subianto menjelajahi area Museum Nasional Indonesia, yang juga dikenal dengan Nama Museum Gajah. Foto: Antara.
Pemerintah Targetkan Revitalisasi 200 Museum dan Cagar Budaya
Gabriella Thesa Widiari • 13 October 2026 07:14
Jakarta: Pemerintah akan mempercepat revitalisasi dan penataan ratusan museum hingga cagar budaya pada 2026. Langkah ini bagian dari upaya pelestarian warisan budaya bangsa.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, hal itu dibahas dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin malam, 12 Oktober 2026.
“Percepatan revitalisasi dan penataan lebih dari 200 titik museum, cagar budaya, keraton, istana, benteng, dan aset budaya lainnya di Indonesia sepanjang tahun 2026,” ujar Teddy, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 13 Oktober 2026.
“Pembaruan museum tidak hanya melalui perbaikan fisik bangunan, tetapi juga penguatan narasi sejarah, alur cerita, dan tata pamer agar semakin informatif dan menarik bagi masyarakat,” kata Teddy.
Selain perbaikan fisik, pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi digital serta konsep pameran interaktif. Modernisasi ini dirancang untuk menghadirkan cara baru dalam mempelajari sejarah, sekaligus meningkatkan minat kunjungan generasi muda.
“Pemanfaatan teknologi digital dan pengalaman interaktif untuk meningkatkan daya tarik museum, khususnya bagi generasi muda, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap sejarah dan identitas bangsa,” ujar Teddy.
Ia menambahkan, dalam pertemuan itu, Presiden juga memberikan perhatian khusus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola museum di seluruh daerah. Upaya tersebut beriringan dengan pengembangan wisata budaya, sejarah, dan religi yang diharapkan mampu memberikan manfaat lebih luas, termasuk dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Penguatan kapasitas sumber daya manusia pengelola museum serta pengembangan wisata budaya, sejarah, dan religi sebagai bagian dari upaya menjadikan kebudayaan sebagai penggerak ekonomi baru,” ujar Teddy.
Selain itu, kata Teddy, Kepala Negara menegaskan bahwa pelestarian warisan budaya merupakan tanggung jawab penting untuk menjaga kesinambungan sejarah dan identitas nasional. Karena itu, revitalisasi berbagai aset budaya harus mampu menghadirkan manfaat yang berkelanjutan, tidak hanya bagi masyarakat saat ini, tetapi juga bagi generasi mendatang.

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin malam, 12 Oktober 2026. Foto: BPMI Setpres/Unggahan Akun Media Sosial @sekretariat.kabinet.
Melalui revitalisasi, pemerintah berharap museum dan berbagai cagar budaya di Indonesia dapat semakin hidup, relevan, serta mudah diakses oleh masyarakat. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen untuk menjadikan kekayaan budaya bangsa sebagai sumber pembelajaran, penguatan jati diri nasional, dan penggerak ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bapak Presiden menegaskan pentingnya menjaga dan merawat warisan budaya bangsa agar tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga sumber pengetahuan, kebanggaan, dan inspirasi bagi generasi mendatang,” kata Teddy.