DPRD DKI Dorong Perahu Daur Ulang Pasukan Oranye jadi Edukasi

Festival Perahu Cinta Lingkungan (Cilung) 2026. Foto: Dok. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

DPRD DKI Dorong Perahu Daur Ulang Pasukan Oranye jadi Edukasi

Fachri Audhia Hafiez • 18 October 2026 17:02

Jakarta: Perahu dari barang bekas karya Pasukan Oranye Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta didorong dimanfaatkan sebagai sarana edukasi masyarakat. Meskipun, Festival Perahu Cinta Lingkungan (CiLung) di Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara, telah berakhir.

“Kalau memang bisa dimanfaatkan di kali, sungai, ataupun waduk yang ada, lalu warga bisa melihat, berfoto, atau mungkin naik selama beberapa bulan, itu akan lebih bagus daripada nanti dihancurkan,” ujar Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike melalui keterangan tertulis, Minggu, 18 Oktober 2026.
 


Yuke menyampaikan mengapresiasi atas kreativitas Pasukan Oranye yang mampu menyulap material bekas hasil penanganan sampah di badan air menjadi perahu bernilai seni. Dia menuturkan pemanfaatan perahu ini secara berkelanjutan dapat memperluas jangkauan pesan pengelolaan sampah kepada warga yang tidak sempat hadir di lokasi festival.

“Kita berharap pemanfaatannya berkelanjutan sehingga pesan pengelolaan sampah dapat menjangkau lebih banyak orang,” tutur Yuke.

Ia menegaskan, pesan utama dari pergelaran festival ini adalah membangun kesadaran dan tanggung jawab bersama terhadap sampah yang dihasilkan sehari-hari. Kreativitas memanfaatkan barang bekas serta kebiasaan memilah sampah dari rumah hingga mengolahnya agar bernilai guna perlu ditiru oleh seluruh lapisan masyarakat.


Festival Perahu Cinta Lingkungan (Cilung) 2026. Foto: Dok. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Langkah ini juga dipandang sangat krusial untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Menurut Yuke, semakin banyak sampah yang dimanfaatkan dan diolah sejak dari sumbernya, semakin sedikit sisa beban penanganan di tempat pemrosesan akhir.

Sementara itu, Kepala DLH DKI Jakarta Dudi Gardesi menjelaskan bahwa perahu-perahu dalam festival ini merupakan buah kreativitas para petugas yang setiap hari bergelut menangani sampah di badan air. Ia menekankan bahwa tugas petugas menjaga kebersihan sungai dan waduk akan makin optimal jika mendapat partisipasi aktif dari warga.

“Melalui Festival CiLung ini, kami ingin menunjukkan bahwa sampah yang dipilah dan dikelola dengan baik masih dapat dimanfaatkan menjadi karya kreatif,” kata Dudi.

(Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan)

(Fachri Audhia Hafiez)