Hacker Sasar Kulkas Supermarket di Eropa, Tidak Perlu Alat Canggih!

Kulkas Supermarket. Foto: pexels.com

Hacker Sasar Kulkas Supermarket di Eropa, Tidak Perlu Alat Canggih!

Muhamad Marup • 7 November 2026 14:32

Jakarta: Awal bulan ini, tepatnya Senin, 2 November 2026, berbagai negara di Eropa terkena serangan siber oleh para hacker atau peretas. Berbeda dengan serangan siber biasa yang menarget ponsel atau komputer, para peretas kali ini menyasar kulkas di supermarket.

Berbeda dengan kulkas biasa, kulkas-kulkas di supermarket di eropa terhubung dengan internet. Para peretas menemukan celah dan menaikan suhu kulkas hingga 50 Celsius.

Atas kejadian tersebut, makanan-makanan yang tersimpan di kulkas membusuk. Pihak supermarket pun menderita kerugian besar.

Negara-negara terdampak


Dugaan Serangan Siber Ganggu Sistem Pendingin Supermarket di 11 Negara Eropa

Serangan siber yang diduga menyasar sistem pendingin supermarket meluas ke 11 negara Eropa. (Anadolu Agency)



Melansir dari halaman CNBC sebanyak 40 cabang Delhaize supermarket dari Luxembourg dan Belgia terkena serangan ini. Walaupun Delhaize adalah supermarket yang berasal dari Belgia, banyak cabang lainnya juga yang terkena Swedia, Irlandia, Belanda, Estonia, dan Finlandia.

Tidak hanya Delhaize saja, grup Colruyt melaporkan bahwa terdapat lima dari supermarketnya di Belgia juga terkena serangan. Carrefour, supermarket dari Perancis, mengatakan 15 cabang dari 700 supermarket di Belgia juga terdampak atas serangan ini.

Perusahaan retail dari Swedia, IKEA juga melaporkan bahwa serangan tersebut mengenai cabang yang berada di Belgia juga. Perusahaan ritel terbesar di Swedia, ICA juga terkena serangan pada cabangnya di Belgia.

Tidak perlu alat canggih! 

Dilansir dari Al Jazeera, serangan ini terjadi karena para peretas menargetkan kulkas yang bisa diatur dengan WiFi. Mereka meretas sistem kulkas dan menaikan suhunya sehingga membuat makanan di dalam kulkas tersebut busuk.

Profesor siber dari Universitas Bristol, Awais Rashid, mengatakan bahwa banyak kulkas pada supermarket yang umumnya diatur oleh pihak ketiga. Menurutnya, kulkas-kulkas tersebut belum mendapatkan pembaruan yang bisa menghentikan para peretas. Dilansir dari CNBC, beberapa pakar dan dewan penasihat siber, menjelaskan bahwa kulkas yang berada di supermarket ini aksesnya bisa didapatkan di internet dengan dukungan kata sandi bawaan. Mereka mengatakan para peretas tidak perlu alat bantu yang canggih atau teknik yang sulit untuk melakukan peretasan pada kulkas-kulkas tersebut.

Menurut pihak produsen sistem pendingin seperti Sabcobel, mengatasi masalah ini tidak cukup hanya dengan pembaruan perangkat lunak (software updates). Butuh modifikasi fisik langsung pada perangkat agar jaringan keamanannya lebih tertutup.


(Reswara Vittorio)

(Muhamad Marup)