Ilustrasi. Foto: Dok MI
Rupiah Dibuka Naik ke Rp18.145 per USD
Eko Nordiansyah • 3 November 2026 09:10
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pagi ini mengalami penguatan. Rupiah menguat atas dolar AS yang stagnan jelang pemilihan paruh waktu di AS.
Mengutip data Bloomberg, Selasa, 3 November 2026, rupiah berada di level Rp18.145 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat 11 poin atau setara 0,06 persen dari Rp18.156 per USD pada penutupan perdagangan kemarin.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp18.161 per USD. Rupiah bergerak melemah dibandingkan Rp18.140 per USD pada penutupan perdagangan pekan sebelumnya.
Baca Juga :
Dolar AS Stabil, Euro Menguat dan Yen melemah

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Rupiah fluktuatif cenderung melemah
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan kembali melemah. Mata uang rupiah diproyeksi melemah di rentang Rp18.150 hingga Rp18.200 per dolar AS.Ibrahim menjelaskan, perkembangan politik dan ekonomi Amerika Serikat berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah. Pemilihan paruh waktu di negara tersebut yang berlangsung pekan ini menjadi salah satu agenda yang diperhatikan investor.
Situasi konflik di Timur Tengah turut masuk dalam daftar faktor eksternal yang dapat memengaruhi pasar keuangan. Perkembangan geopolitik tersebut menjadi perhatian bersamaan dengan padatnya agenda publikasi data ekonomi AS.
Di dalam negeri, surplus neraca perdagangan Indonesia memberikan dukungan terhadap fundamental ekonomi nasional. Namun, kondisi perdagangan tetap perlu dilihat bersama perkembangan ekspor, impor, dan pergerakan modal asing.
"Surplus perdagangan sebesar USD3,36 miliar menjadi sentimen positif bagi fundamental ekonomi Indonesia dan berpotensi mendukung rupiah. Namun, pasar tetap perlu mencermati kualitas pertumbuhan ekspor, perkembangan impor, serta arus modal asing," ujar Ibrahim.