Antisipasi Kekeringan, Petani di Kolaka Dapat Bantuan Pompa Air

Bantuan mesin pompa air yang digunakan warga di Kolaka, Sulawesi Tenggara. ANTARA/HO-Pemkab Kolaka.

Antisipasi Kekeringan, Petani di Kolaka Dapat Bantuan Pompa Air

Silvana Febiari • 22 September 2026 12:19

Kolaka: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka menyalurkan sembilan unit bantuan pompa air bagi kelompok tani. Langkah ini dilakukan sebagai mitigasi untuk mengantisipasi ancaman kekeringan lahan persawahan akibat musim kemarau di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kolaka Anas Yusuf mengatakan bantuan pompa air tersebut bersumber dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menyelamatkan tanaman padi yang membutuhkan pasokan air.

"Ada bantuan yang khusus untuk mitigasi kekeringan di musim kemarau ini dan sudah kita sebar secara langsung untuk menghindari kekeringan," kata Anas, dilansir dari Antara, Selasa, 22 September 2026. 


Total bantuan pompa air yang dialokasikan mencapai 26 unit. Kekeringan hanya terjadi di sejumlah lahan sawah akibat debit air irigasi yang menurun.

"Ada beberapa memang spot-spot, kemarin itu ada di Samaturu, Wolo, Tanggetada, Watubangga, Pomalaa dan Wundulako," ujarnya.

Sebagian besar lahan pertanian padi di Kolaka masih dapat terselamatkan. Sebab, tanaman padi warga rata-rata sudah mendekati masa panen saat memasuki puncak musim kemarau.

"Alhamdulillah banyak yang terselamatkan. Pada saat terdengar isu kekeringan, tanaman padi warga sebenarnya sudah memasuki masa panen, sehingga kebutuhan air sudah jauh berkurang," ucap Anas.


Bantuan mesin pompa air yang digunakan warga di Kolaka, Sulawesi Tenggara. ANTARA/HO-Pemkab Kolaka.


Sebagai langkah antisipasi musim kemarau pada tahun mendatang, pihaknya mendorong pengusulan program pembuatan sumur bor bagi kelompok tani. Khususnya di daerah yang tidak memiliki sumber air permukaan.

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kolaka tengah menginventarisasi lokasi serta titik-titik strategis untuk pembuatan sumur bor tersebut. "Ke depan, kita buatkan sumur bor untuk mereka. Tinggal kita lihat titik-titiknya di mana," tambah Anas.

Beberapa titik sumur bor dapat dibuat dalam satu area kelompok tani sesuai kebutuhan lahan. Petani juga diimbau memperhitungkan pola dan kalender tanam dengan cermat.

(Silvana Febiari)