Sebuah ambulans mengevakuasi prajurit Israel yang terluka dalam serangan Iran. (Yeni Safak)
Israel Catat 16 Prajuritnya Tewas dan 690 Terluka Sejak Awal Konflik Iran
Willy Haryono • 20 April 2026 10:40
Tel Aviv: Militer Israel melaporkan bahwa 16 prajurit tewas dan 690 lainnya terluka dalam serangan yang dikaitkan dengan konflik Iran dan Lebanon sejak 28 Februari 2026.
Dari total korban luka, sebanyak 96 prajurit mengalami cedera serius dan 42 dalam kondisi kritis, sementara sisanya mengalami luka sedang hingga ringan.
Dikutip dari Yeni Safak, Senin, 20 April 2026, militer Israel juga menyebutkan bahwa 149 prajurit masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Dalam 24 jam terakhir, tercatat 37 prajurit terluka, sebagian besar akibat ledakan perangkat bom. Namun, pihak militer tidak merinci lokasi kejadian.
Sebelumnya di hari yang sama, surat kabar Israel Maariv melaporkan bahwa dua prajurit tewas dan 12 lainnya terluka dalam dua insiden ledakan terpisah di wilayah yang disebut sebagai “Garis Kuning”.
Wilayah tersebut merujuk pada zona tidak resmi yang membentang sekitar 4 hingga 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon dari Garis Biru (Blue Line).
Maariv mencatat bahwa penggunaan bom tepi jalan di Lebanon telah lama menjadi ancaman bagi pasukan Israel. Namun, laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen karena adanya pembatasan informasi selama masa konflik.
Ketegangan meningkat sejak dimulainya operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian meluas ke Lebanon pada 2 Maret. Serangan tersebut dibalas oleh Iran dan Hizbullah dengan peluncuran rudal serta penggunaan pesawat tanpa awak.
Gencatan senjata selama dua pekan antara Washington dan Teheran mulai berlaku sejak 8 April. Selain itu, Presiden AS Donald Trump juga mengumumkan gencatan senjata terpisah selama 10 hari di Lebanon.
Meski demikian, hingga kini belum tercapai kesepakatan final untuk mengakhiri konflik secara permanen. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Ratusan Warga Israel Berdemo di Haifa, Tuntut Hentikan Perang di Lebanon