Panen Padi Boyolali Turun 3 Persen Imbas Kemarau

Lahan sawah kekeringan di Aceh. (MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)

Panen Padi Boyolali Turun 3 Persen Imbas Kemarau

Triawati Prihatsari • 27 August 2026 21:03

Boyolali: Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali memprediksi terjadinya penurunan hasil panen padi akibat musim kemarau. Namun demikian, angka penurunan tersebut diklaim masih dalam batas aman.

"Hasil panen padi pada kemarau ini turun sekitar 3 persen. Tapi, untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Boyolali, (stok kita) masih surplus," ungkap Kepala Dispertan Boyolali, Suyanta, di Boyolali, Jawa Tengah, Kamis, 27 Agustus 2026.

Menurut Suyanta, penurunan produksi padi akibat kemarau ini tidak mengganggu ketahanan pangan daerah. Terlebih, selain faktor cuaca, penurunan hasil panen kali ini juga dipengaruhi oleh serangan hama penyakit pada tanaman padi.

"Perhitungan kami, untuk mencukupi kebutuhan pangan di Boyolali, kita masih surplus sekitar 7.000 ton. Itu menjadi cadangan pangan kita sampai Oktober (mendatang)," jelasnya.

Guna menekan potensi gagal panen akibat krisis air secara jangka panjang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali telah memperoleh bantuan 73 unit sumur dalam dari Kementerian Pertanian (Kementan).


Kepala Dinas Pertanian Boyolali, Suyanta. Metrotvnews.com/ Triawati

Dia menerangkan progres pengerjaan sumur telah mencapai 60 persen. Beberapa sumur di Kecamatan Klego dan Karanggede telah rampung dan sukses mengeluarkan air dan mulai dioperasikan untuk irigasi pertanian. Setiap unit sumur dalam ditargetkan mampu mengaliri tujuh hingga 10 hektare lahan pertanian di sekitarnya.

"Boyolali mendapat bantuan sumur dalam dari pusat sebanyak 73 unit. Saat ini sudah berproses dan di beberapa kecamatan sumurnya sudah berhasil (beroperasi)," ujar dia.

(Lukman Diah Sari)