Siap-siap! Polisi Bidik Kendaraan Tanpa Pelat Nomor di Operasi Patuh Jaya

Ilustrasi tilang. Foto: Pexels.

Siap-siap! Polisi Bidik Kendaraan Tanpa Pelat Nomor di Operasi Patuh Jaya

Muhammad Iqbal Sidiq • 3 June 2026 16:19

Jakarta: Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyoroti maraknya pemilik kendaraan bermotor, yang sengaja tidak memasang Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Pelanggaran tersebut dipastikan menjadi salah satu sasaran utama, dalam Operasi Patuh Jaya 2026 sepanjang Juni.

"Aturan dengan sangat-sangat tegas, setiap kendaraan mewajibkan terpasangnya TNKB atau plat nomor," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, di Gedung TMC Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.
 


Komarudin menyentil keras perilaku sejumlah pemilik kendaraan roda dua yang kerap mengabaikan aturan fatal tersebut. Sorotan tajam ini juga diarahkan kepada para pengguna motor gede (moge), yang dinilai sering kedapatan tidak memasang pelat nomor kendaraan mereka secara lengkap.

Selain itu, pihak kepolisian membongkar trik licik para pengendara yang belakangan ini sengaja mencopot pelat nomor bagian belakang mereka. Modus operandi ini kerap dipakai sebagai dalih "terjatuh" saat ditegur petugas di lapangan, padahal tujuan aslinya untuk menghindari bidikan kamera tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

"Ditambah kendaraan-kendaraan yang belakangan ini, fenomenanya kita lihat banyak yang mencopot dengan alasan terjatuh," ungkap Komarudin.


Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin (paling depan). Foto: Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq.

Fenomena mencopot, melipat, hingga menutupi sebagian nomor polisi ini kian marak karena sistem ETLE hanya akan merekam data pelanggaran berdasarkan nomor polisi yang tertera. Mengantisipasi celah tersebut, Ditlantas Polda Metro Jaya memastikan akan mengombinasikan penindakan dengan menyiagakan personel untuk tilang manual selama Operasi Patuh Jaya 2026.

"Kita tidak hanya mengedepankan penegakan hukum dengan ETLE, tapi tilang manual akan kembali dioperasionalkan," tegas Komarudin.

(Fachri Audhia Hafiez)