Pramono Sebut Curah Hujan Tinggi hingga Sampah Picu Banjir

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung/Metro TV/Aris Setya

Pramono Sebut Curah Hujan Tinggi hingga Sampah Picu Banjir

Farhan Zhuhri • 5 May 2026 17:16

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, mengakui banjir yang kembali mengepung Ibu Kota sejak Senin, 5 Mei 2026, dipicu tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya. Pemerintah Provinsi DKI pun mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat penanganan genangan.

“Kenapa banjir ini terjadi? Yang pertama karena curah hujannya memang tinggi,” kata Pramono di Jakarta Timur, Selasa, 5 Mei 2026.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, hingga Selasa pukul 07.00 WIB, banjir merendam sedikitnya 115 rukun tetangga (RT). Angka itu berangsur turun pada siang hari, meski genangan masih tersisa di sejumlah titik.
 


Pramono menjelaskan selain faktor cuaca ekstrem, persoalan klasik berupa sumbatan sampah turut memperparah kondisi. Aliran air yang tersendat membuat genangan cepat meluas, bahkan saat intensitas hujan tidak terlalu ekstrem.

“Jangan kemudian ketika tidak ada hujan selama dua minggu, sampah itu akhirnya menyumbat di beberapa tempat. Itulah yang menyebabkan, walaupun curah hujannya di bawah 200 milimeter, tetap terjadi banjir,” ujarnya.


Banjir di Jakarta. Metro TV/Iqbal Sidiq

Pemprov DKI, lanjut dia, telah mengaktifkan seluruh pompa air untuk mempercepat penyedotan genangan. Upaya itu diklaim mampu mempercepat surutnya air dalam waktu relatif singkat.

“Itulah kenapa ketika hujan dari jam 5 sampai jam 8 pagi, dalam waktu 3–4 jam kemudian banjirnya sudah mulai surut,” ucapnya.

Selain penanganan darurat, Pemprov juga menggenjot langkah jangka menengah melalui pengerukan sungai guna meningkatkan kapasitas tampung air. Sejumlah sungai yang saat ini tengah ditangani antara lain Kali Krukut, Kali Ciliwung, dan Kali Pesanggrahan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)