Pengurus budidaya magot RW 05 Cipinang Melayu. Foto: Metro TV/Adrian Bachtiar
Warga Cipinang Melayu Sambut Baik Aturan Pilah Sampah
Metro TV • 9 May 2026 15:04
Jakarta: Kebijakan Pilah Sampah yang dicanangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, disambut baik warga RW 05 Kelurahan Cipinang Melayu. Mereka menyiapkan budidaya magot yang memakan sampah organik.
“Selama ini kita masih mengandalkan sampah makanan dari masyarakat. Masyarakat yang sudah mulai memisahkan sisa makanannya," kata pengurus budidaya Magot RW 05, Agus, pada Metrotvnews.com, Sabtu, 9 Mei 2026.
Agus mengungkap Magot bisa menghabiskan hingga 200 kilogram sampah organik per hari. Sumber sampah tersebut diambil dari sisa makanan warga RW 05 dan sisa makanan bergizi gratis (MBG), dari berbagai sekolah.
Kini, Pemprov DKI Jakarta sedang memberlakukan pembatasan sampah yang diangkut ke TPST Bantargebang. Hal itu membuat semangat Agus dan tim menggencarkan sosialisasi pilah sampah di lingkungan masyarakat.
“Tetapi kan dengan adanya gerakan ini, tentu kita akan lebih masifkan lagi untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat," kata dia.
.jpeg)
Pengurus budidaya magot RW 05 Cipinang Melayu. Foto: Metro TV/Adrian Bachtiar
Warga RW 05 RT 2, Wahmi, menyebut penerapan pemilahan sampah di masyarakat belum dapat dilakukan secara serentak. Namun, upaya terus dilakukan agar masyarakat terbiasa memilah sampah organik dan non-organik.
“Memang masih sulit untuk membiasakan buah sampah secara terpisah," kata dia.
Pantauan Metrotvnews.com, masyarakat sekitar mulai melakukan pemisahan sampah organik menggunakan kantong plastik merah. Kantong tersebut kemudian dapat dengan mudah diambil oleh petugas budidaya maggot di depan rumah warga.
(Adrian Bachtiar)