Ilustrasi. Medcom.id
Cegah Perundungan terhadap Anak, Prajurit Diajak Terapkan Pola Asuh Positif
Arga Sumantri • 23 July 2026 18:40
Jakarta: Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Tambun Bungai, Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin, menegaskan pentingnya peran orang tua dalam menekan angka kekerasan dan perundungan (bullying) terhadap anak. Langkah tersebut menjadi bagian dari pembinaan ketahanan keluarga sebagai fondasi pertahanan nasional.
Zainul menilai, kasus kekerasan dan perundungan yang menimpa anak-anak kerap berakar dari kurangnya ruang dialog serta minimnya pengawasan di lingkungan keluarga. Oleh karena itu, orang tua diajak tidak hanya fokus pada pemenuhan fisik, tetapi juga hadir secara batin dengan mendengarkan keluh kesah mereka.
Mantan Wakil Rektor Universitas Pertahanan itu mengajak prajuritnya untuk memiliki tanggung jawab moral terhadap tumbuh kembang anak di keluarganya. Ia meyakini pembentukan karakter anak yang disiplin, tangguh, dan berempati dimulai dari keteladanan di rumah melalui pola pengasuhan positif.
"Saya selalu menekankan untuk tidak mengeksploitasi anak dengan salah mendidiknya. Oleh karena itu, kita dorong untuk menjaga anak-anak, karena mereka adalah harapan keluarga dan bangsa. Jaga kesehatannya dan bimbing pendidikannya," ungkap Zainul, Kamis, 23 Juli 2026.
Jenderal bintang dua tersebut menjelaskan kebijakan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terkait pembatasan usia pengguna media sosial menjadi penting dalam upaya perlindungan anak. Regulasi ini juga untuk menciptakan ekositem digital yang ramah anak.
"Dari Komdigi sebenarnya sudah jelas ada aturan kebijakan pembatasan usia. Maka dari itu, pengawasan dari orang tua terhadap penggunaan gawai anak menjadi hal penting agar tidak kebablasan," ujarnya.

Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Tambun Bungai, Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin. Istimewa.
Melalui sinergi antara orang tua dan pihak sekolah, ia berharap kekerasan maupun perundungan dapat ditangani secara dini sebelum berdampak pada kesehatan mental anak. Sinergi tersebut itu juga diwujudkan melalui pembinaan kedisiplinan, tanggung jawab, serta penguatan karakter.
"Kami sering kali berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk membimbing anak-anak sekolah terkait kedisiplinan dan tanggung jawab, terutama untuk siswa SMP dan SMA. Kemarin saja saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), di hadapan para siswa kami terus mengingatkan hal tersebut," jelasnya.