Polri siapkan 403 personel edukasi masyarakat terkait pencegahan karhutla. Foto: Istimewa.
Polri Perkuat Pencegahan Karhutla, 403 Personel Bakal Edukasi Masyarakat
Gabriella Thesa Widiari • 25 August 2026 19:57
Jakarta: Polri memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengedepankan edukasi serta peningkatan kesadaran masyarakat di wilayah rawan kebakaran. Strategi ini melibatkan unsur pendidikan, pembinaan masyarakat, operasional, hingga penegakan hukum.
Kalemdiklat Polri Komjen Pol. R.Z. Panca Putra Simanjuntak menyampaikan bahwa penguatan edukasi ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden kepada Kapolri untuk meningkatkan langkah pencegahan secara masif. Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman saat api sudah membesar.
"Bapak Presiden dan Bapak Kapolri meminta kegiatan Satgas Penyuluhan melalui kegiatan edukasinya untuk lebih masif memberikan pemahaman kepada masyarakat, mengimbau masyarakat bersama-sama menjaga supaya tidak terjadi lagi kebakaran hutan," ujar Panca dalam keterangan tertulis, Selasa, 25 Agustus 2026.
Baca Juga :
Panca menjelaskan, personel yang diterjunkan tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga menyampaikan pemahaman mengenai penyebab, dampak, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah karhutla. Edukasi tersebut juga akan mencakup aspek kesehatan dan dampak sosial maupun ekonomi yang dapat timbul akibat kebakaran.
“Dampak yang terjadi bukan hanya masalah kesehatan, tetapi apabila hal ini tidak segera dilakukan langkah-langkah yang terintegrasi, termasuk dalam hal ini penyuluhan, ini berdampak kepada ekonomi masyarakat sekitar dan tentu kepada Indonesia yang dampaknya berpengaruh kepada negara-negara tetangga,” kata Panca.
Dalam pelaksanaannya, 403 personel tersebut terdiri dari delapan personel pendamping atau pimpinan dan 395 peserta didik yang berasal dari S2-STIK, Setukpa, serta Sespimma. Para peserta didik akan mendapatkan pengalaman langsung dalam menjalankan tugas kemasyarakatan sekaligus menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti pendidikan.

Kalemdiklat Polri Komjen Pol. R.Z. Panca Putra Simanjuntak. Foto: Istimewa.
Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol. Mardiyono menambahkan bahwa faktor manusia masih menjadi salah satu penyebab utama karhutla akibat kurangnya sosialisasi. Oleh karena itu, personel di lapangan bertugas memberikan pemahaman mengenai penyebab, dampak kesehatan, hingga konsekuensi ekonomi dan sosial dari karhutla.
"Kalau namanya kesalahan manusia berarti mereka kurang sosialisasi. Sehingga pada waktu nanti para siswa, para perwira siswa ini diterjunkan ke wilayah, mereka akan melakukan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat supaya mereka lebih jelas,” kata Mardiyono.
Selain pendekatan preventif, Polri tetap menyiapkan langkah penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran terkait karhutla. Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Mohammad Irhamni menegaskan bahwa penegakan hukum perlu berjalan beriringan dengan upaya pencegahan.
“Kalau hanya dilakukan penegakan hukum saja, tentunya tidak akan selesai masalahnya. Kami bekerja sama dengan Baharkam, khususnya Korbinmas, untuk mencegah lebih dini, menyadarkan masyarakat dengan upaya-upaya sosialisasi ataupun proses edukasi di lapangan,” ujar Mardiyono.
Sementara itu, Karobinops Stamaops Polri Brigjen Pol. Auliansyah Lubis menyampaikan bahwa langkah edukasi tersebut menjadi bagian dari strategi operasional Polri dalam menghadapi karhutla. Selain menyiapkan tim penyuluh, Polri juga telah mengerahkan unsur Brimob untuk mendukung penanganan kebakaran di wilayah yang membutuhkan.
“Jumlahnya tidak sama, kita lihat mana yang lebih membutuhkan untuk bidang penyuluhan ini,” kata Auliansyah.
Pelibatan peserta didik dalam kegiatan tersebut juga memiliki dimensi pendidikan dan pengabdian masyarakat. Selain menjalankan tugas edukasi, para peserta didik S2-STIK akan melakukan pengamatan dan penelitian lapangan sebagai bagian dari proses akademik untuk memperoleh gambaran mengenai persoalan karhutla di wilayah penugasan.