PM Israel Benjamin Netanyahu. (Anadolu Agency)
Netanyahu Ancam Serang Iran Lagi di Tengah Upaya Diplomasi AS-Iran
Willy Haryono • 1 July 2026 15:01
Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan negaranya siap kembali melancarkan serangan terhadap Iran jika memang diperlukan, meski Amerika Serikat dan Iran masih melanjutkan diplomasi untuk meredakan ketegangan di kawasan.
Dalam wawancara dengan Channel 14, Netanyahu mengatakan Israel akan tetap bertindak secara independen untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
"Di Iran, kami menyelamatkan diri dari bom atom. Akan ada serangan ketiga jika diperlukan," kata Netanyahu, seperti dikutip India Today, Rabu, 1 Juli 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Amerika Serikat dan Iran masih menjalani perundingan yang dimediasi Qatar untuk mengubah gencatan senjata menjadi kesepakatan politik yang lebih luas.
Pembahasan mencakup penghentian permusuhan, pelonggaran sanksi, program nuklir Iran, serta pengaturan keamanan kawasan. Dalam rancangan nota kesepahaman, kedua negara juga membahas pembukaan kembali Selat Hormuz dan mekanisme pengawasan terhadap aktivitas nuklir Iran.
Netanyahu menegaskan Israel tidak merasa terikat pada kesepakatan apa pun yang menurutnya masih memungkinkan Iran mempertahankan kemampuan militer atau nuklir.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Israel menahan diri agar proses diplomasi tidak terganggu. Menurut laporan Axios, Trump memperingatkan Netanyahu bahwa serangan besar baru terhadap Iran berpotensi meningkatkan isolasi diplomatik Israel.
Pemerintah AS menyatakan tetap berupaya menjaga keseimbangan antara mendukung keamanan Israel dan mencegah konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Netanyahu juga menilai operasi militer Israel telah melemahkan Iran dan kelompok Hizbullah serta menunda ancaman terhadap keamanan negaranya.
Sementara itu pada Selasa kemarin, Netanyahu mengunjungi wilayah Lebanon selatan yang masih dikuasai pasukan Israel. Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan Israel tidak akan menarik pasukannya sebelum ancaman dari Hizbullah benar-benar berakhir.
"Kami bersikeras tidak akan meninggalkan Lebanon selatan sampai ancaman itu dihilangkan. Selama Hizbullah masih berada di sini, bersenjata, dan mengancam kami, kami juga akan tetap berada di sini," ujar Netanyahu kepada pasukan Israel.
Kunjungan itu dilakukan di tengah pembahasan pengaturan keamanan yang didukung Amerika Serikat, yang mengusulkan penarikan bertahap pasukan Israel dari sebagian wilayah Lebanon selatan dan perluasan kendali Angkatan Bersenjata Lebanon. (Keysa Qanita)
Baca juga: Netanyahu Tegaskan Tak Pernah Minta Izin Trump untuk Serang Iran