Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Foto: Breaking News Metro TV.
Mensos Minta Pemda Jemput Bola Perbarui Data BPJS Kesehatan PBI
Rona Marina Nisaasari • 9 February 2026 10:41
Jakarta: Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk lebih proaktif dalam memperbarui data kepesertaan BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Hal ini mengingat dinamika kependudukan yang sangat tinggi, langkah jemput bola dinilai menjadi solusi agar jaminan kesehatan tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan.
"Iya, proaktif. Proaktif sekali. Karena gini ya, sekali lagi ya ini nanti saya sampaikan. Itu kan dinamis ya. Data itu dinamis sekali. Ya ini yang menjadi krusial dan ini memerlukan langkah yang sungguh-sungguh dari kita semua, tidak hanya Kementerian Sosial, Pemerintah Daerah, tapi masyarakat luas," ujar Gus Ipul di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.
Gus Ipul menjelaskan bahwa perubahan data bisa terjadi setiap waktu akibat adanya peristiwa kependudukan seperti kematian, kelahiran, pernikahan, hingga perpindahan domisili. Selain itu, status ekonomi masyarakat yang berubah, naik atau turun kelas, juga menjadi faktor penentu apakah seseorang masih layak menerima bantuan iuran atau tidak.
"Tiap hari ada yang meninggal. Mungkin data benar pagi, tapi sore belum tentu lagi. Tiap hari ada yang lahir. Tiap hari ada yang menikah. Menikah itu ada konsekuensi, kartu keluarganya misalnya pindah. Kemudian ada yang pindah tempat. Ya, ada yang naik kelas, ada yang turun kelas. Dinamis sekali," ucap Gus Ipul.
.jpg)
Kantor BPJS Kesehatan. Foto: Dok. Media Indonesia.
Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan evaluasi dan pengusulan data PBI setiap bulan sekali. Gus Ipul menegaskan koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, hingga peran aktif masyarakat sangat diperlukan untuk meminimalisir kesalahan data kepesertaan di lapangan.
"Maka itu pengusulan kita setiap bulan sekali kan PBI itu. Karena ada yang meninggal, karena ada yang naik kelas, mungkin ada yang keliru datanya, itu dinamika-dinamika ini harus diantisipasi dengan sungguh-sungguh oleh kita," ujar Gus Ipul.