Jet SU-24 milik Iran. (Babak Taghvaee/airliners.net)
Qatar Tembak Jatuh Dua Jet Tempur SU-24 Milik Iran
Riza Aslam Khaeron • 3 March 2026 14:01
Doha: Angkatan Udara Qatar berhasil menembak jatuh dua jet tempur Iran yang mendekati wilayah udaranya, di tengah meluasnya konflik antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Kementerian Pertahanan Qatar dalam pernyataan resminya, Senin, 2 Maret 2026, mengonfirmasi bahwa angkatan udara negara tersebut menembak jatuh dua pesawat SU-24 milik Iran. Selain itu, tujuh rudal balistik dan lima drone yang ditembakkan Iran juga berhasil dicegat.
"Ancaman tersebut segera ditangani setelah terdeteksi, sesuai dengan rencana operasional, karena semua rudal ditembak jatuh sebelum mencapai targetnya," demikian pernyataan kementerian tersebut seperti dikutip Al Jazeera.
Melaporkan dari ibu kota Qatar, Doha, koresponden Al Jazeera Zein Basravi mengatakan penembakan jatuh pesawat Iran ini menandai "eskalasi militer besar".
"Ini mewakili mungkin awal dari pertempuran udara-ke-udara, dan itu merupakan eskalasi serius dalam konflik yang sudah tidak terkendali dalam tiga hari terakhir," kata Basravi.

Jet tempur SU-24 milik Iran. (Babak Taghvaee/airliners.net)
Iran sendiri belum memberikan komentar resmi terkait pernyataan Kementerian Pertahanan Qatar tersebut.
Negara Teluk itu sebelumnya telah mengecam Iran atas serangan "ceroboh dan tidak bertanggung jawab" yang menargetkan wilayah Qatar sebagai respons terhadap serangan AS-Israel yang telah menewaskan ratusan orang di seluruh Iran sejak Sabtu lalu.
Iran melancarkan serangkaian serangan balasan ke target-target di Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan negara-negara lainnya dalam beberapa hari terakhir.
Serangan Iran juga berdampak pada produksi energi di kawasan Teluk. Perusahaan energi milik negara Qatar pada Senin mengumumkan penghentian produksi gas alam cair (LNG) akibat serangan tersebut.
| Baca Juga: Trump Sebut Tidak Akan Ragu Kirim Pasukan Darat ke Iran |
Penghentian ini menyebabkan harga gas acuan Belanda dan Inggris melonjak hampir 50 persen, sementara harga LNG acuan Asia melonjak hampir 39 persen.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Arab Saudi melaporkan dua drone "mencoba menyerang" kilang Ras Tanura pada Senin pagi dan kebakaran "kecil" terjadi setelah kedua drone berhasil dicegat, menurut kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA).
Rekaman yang diverifikasi Al Jazeera menunjukkan kepulan asap membubung dari fasilitas minyak yang terletak di pantai Teluk Arab Saudi tersebut.
Dalam pernyataan bersama pada Minggu, sejumlah negara di kawasan serta AS mengecam apa yang mereka gambarkan sebagai "serangan rudal dan drone Iran yang tidak pandang bulu dan ceroboh terhadap wilayah berdaulat di seluruh kawasan."
"Serangan yang tidak dapat dibenarkan ini menyasar wilayah kedaulatan, membahayakan populasi sipil, dan merusak infrastruktur sipil," demikian pernyataan bersama tersebut, seraya menegaskan kembali "hak untuk membela diri dalam menghadapi serangan ini."
Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir-Saeid Iravani, dalam konferensi pers Senin menyatakan bahwa respons Teheran "sah, diperlukan, dan proporsional."
"Kami hanya menargetkan sasaran militer dari pasukan musuh. Kami tidak menargetkan warga sipil. Kami tidak menargetkan kepentingan negara-negara tetangga," kata Iravani.
"Di bawah hukum internasional, setiap negara memiliki kewajiban untuk tidak membiarkan wilayahnya digunakan untuk tindakan agresi terhadap negara lain," tambahnya.