Antisipasi Longsor, BPBD DKI Minta Warga di Zona Rawan Tingkatkan Kewaspadaan

Ilustrasi longsor. Foto: Metrotvnews.com/M. Azri Arifin.

Antisipasi Longsor, BPBD DKI Minta Warga di Zona Rawan Tingkatkan Kewaspadaan

Nattasya Amani Vrazeti • 16 September 2026 23:02

Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau masyarakat yang tinggal di zona rawan longsor meningkatkan kewaspadaan. Imbauan itu disampaikan menyusul terbitnya peringatan dini potensi tanah longsor di Ibu Kota untuk periode September 2026.

“Imbauan kami kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar lereng, tebing, bantaran sungai, maupun lokasi yang memiliki kondisi tanah rawan, agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi atau berlangsung cukup lama,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, saat dihubungi Metrotvnews.com, dikutip Rabu, 16 September 2026. 

Marulitua mengatakan peringatan dini tersebut dikeluarkan berdasarkan hasil analisis dan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), khususnya pada wilayah yang teridentifikasi memiliki potensi pergerakan tanah kategori menengah. 

Berdasarkan data pemetaan, wilayah tersebut mencakup tujuh kecamatan di Jakarta Selatan serta dua kecamatan di Jakarta Timur. “Peringatan dini ini merupakan bagian dari upaya kesiapsiagaan agar masyarakat dan perangkat daerah dapat melakukan langkah antisipasi sejak dini,” lanjut Maruli. 

Selain itu, Marulitua meminta warga di zona rawan agar mengenali berbagai tanda awal pergerakan tanah. Seperti kemunculan retakan bangunan maupun perubahan posisi pohon.

Marulitua juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas atau kanal resmi Pemprov DKI jika menemukan situasi yang membahayakan. “Masyarakat juga kami imbau untuk memperhatikan tanda-tanda awal seperti munculnya retakan pada tanah atau bangunan, perubahan kemiringan pohon atau tiang, serta adanya rembesan atau aliran air yang tidak biasa,” ucap Marulitua 

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gerakan tanah atau tanah longsor di sejumlah wilayah Ibu Kota selama bulan September 2026.

Dilansir dari akun Instagram resmi @bpbddkijakarta, peringatan tersebut merujuk pada data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM. 

“Prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG,” tulis BPBD DKI Jakarta, Senin, 14 September 2026. 

Hasil pemetaan menunjukkan terdapat sejumlah kecamatan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang masuk dalam Zona Menengah potensi gerakan tanah. 

Di Jakarta Selatan, wilayah-wilayah tersebut antara lain Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, Pesanggrahan. Sementara di Jakarta Timur, meliputi wilayah Kecamatan Kramatjati, Pasar Rebo.

Untuk kawasan wilayah yang masuk dalam Zona Menengah, gerakan tanah berpotensi terjadi jika curah hujan berada di atas normal. 

Sementara pada Zona Tinggi, daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

(Anggi Tondi)