Ribuan orang berkumpul di Lapangan Revolusi di Teheran, Iran, usai kematian Ayatollah Ali Khamenei. (Anadolu Agency)
Kepemimpinan Baru Iran Diyakini Akan Prioritaskan Stabilitas Nasional
Willy Haryono • 2 March 2026 12:18
Jakarta: Kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dinilai menciptakan situasi kritis bagi stabilitas Iran dan dunia, serta memicu penyesuaian besar dalam struktur kepemimpinan negara tersebut.
Pakar Hubungan Internasional Teuku Rezasyah mengatakan transisi ini akan menjadi tantangan besar bagi sistem teokrasi Iran.
Ia menyoroti nama Hassan Khomeini sebagai salah satu figur penting yang berpotensi memainkan peran dalam dinamika kepemimpinan baru.
Menurut Rezasyah, kepemimpinan baru harus mampu menjalin hubungan dengan berbagai lembaga utama, termasuk Majelis Ahli, Dewan Penjaga, pemerintah, parlemen, serta Garda Revolusi Iran.
“Pemimpin yang baru ini akan menjalankan status quo dulu karena bagaimanapun adjustment itu harus dilakukannya,” kata Rezasyah dalam program Breaking News Metro TV, Senin, 2 Maret 2026.
Fokus pada Stabilitas Internal
Rezasyah mengatakan prioritas utama kepemimpinan baru adalah menjaga stabilitas nasional di tengah konflik yang sedang berlangsung. Ia menilai konflik militer telah menguras sumber daya Iran, sehingga proses transisi harus dilakukan secara hati-hati.Koordinasi dengan militer, termasuk Garda Revolusi, menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas. Rezasyah mengatakan transisi kepemimpinan Iran juga menjadi perhatian kekuatan global.
Ia menyebut Amerika Serikat dilaporkan berharap munculnya kepemimpinan baru yang lebih sejalan dengan kepentingan Barat, termasuk figur seperti Reza Pahlavi.
Di sisi lain, Rusia dan China dinilai lebih mengutamakan stabilitas kawasan untuk melindungi kepentingan strategis mereka. Rezasyah berharap proses transisi dapat berjalan stabil, mengingat kuatnya identitas sosial dan keagamaan masyarakat Iran.
Menurutnya, keberhasilan transisi kepemimpinan akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah Iran di tengah konflik dan tekanan internasional. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Kematian Khamenei Tak Goyahkan Iran, Akar Budaya dan Religi Berperan Penting