Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Metro TV Aris Setya
Serupa Skema LPDP, 100 Warga Jakarta bakal Dikuliahkan ke Luar Negeri
Farhan Zhuhri • 26 February 2026 23:05
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyiapkan program beasiswa luar negeri untuk peserta didik Jakarta menyerupai skema Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dia menargetkan 100 warga Jakarta bisa diberangkatkan kuliah ke luar negeri mulai tahun depan.
“Salah satu yang betul-betul saya ingin canangkan adalah mempunyai LPDP Jakarta. Apakah bisa? Saya yakin bisa. Saya yakin bisa,” ujar Pramono di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.
Menurut dia, kehadiran program beasiswa setara LPDP versi Pemprov Jakarta menjadi langkah strategis membuka akses pendidikan global bagi anak-anak ibu kota, terutama dari keluarga kurang mampu. Dia menegaskan pendidikan adalah instrumen paling konkret untuk mengubah nasib dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
Namun, dia mengakui rencana tersebut sempat tertunda. APBD 2026 mengalami tekanan akibat pemangkasan dana bagi hasil (DBH) yang nilainya mencapai sekitar Rp15 triliun. Kondisi itu membuat program beasiswa belum dapat direalisasikan tahun ini.
“Kita memang terdampak pengurangan DBH cukup besar. Tetapi niat itu tidak surut,” tegas dia.
Baca Juga:
Dirut LPDP Pastikan Penyaluran Beasiswa Bersifat Inklusif |
.jpg)
Ilustrasi. Medcom
Dia mengaku telah bertemu dengan Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso. Pertemuan tersebut membahas detail teknis agar skema beasiswa Jakarta bisa disiapkan secara matang dan berkelanjutan.
“Tiga hari lalu saya didampingi Bu Nahdiana (Kadisdik) menerima Pak Dwi Larso. Kami sudah mulai berbicara lebih detail,” kata dia.
Pramono memberi target tegas kepada jajaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta. "Saya sudah sampaikan ke Bu Nana, kalau bisa tahun depan sekurang-kurangnya kita bisa memberangkatkan 100 orang LPDP,” ujar dia.
Perluasan Cakupan KJMU
Dia juga meminta program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) diperluas cakupannya. Selama ini, KJMU dominan menyasar jenjang sarjana (S1). Ke depan, dia ingin penerima manfaat diberi peluang melanjutkan studi hingga S2 bahkan S3.
Bagi Pramono, investasi pendidikan adalah fondasi jangka panjang Jakarta. Dia mencontohkan perjalanan pribadinya yang tak lepas dari akses pendidikan.
“Karena itulah yang saya sampaikan tadi, yang namanya pendidikanlah yang mengubah nasib seseorang. Saya tidak yakin bisa sampai di tempat ini menjadi gubernur tanpa pendidikan,” ujar dia.