Menhub Dorong Masjid Setiap Jalur Mudik Jadi Rest Area Alternatif

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. ANTARA/HO-Kemenhub

Menhub Dorong Masjid Setiap Jalur Mudik Jadi Rest Area Alternatif

Achmad Zulfikar Fazli • 24 February 2026 21:41

Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mendorong agar masjid di setiap jalur mudik bisa menjadi rest area bagi pemudik. Hal ini untuk mendukung kelancaran arus perjalanan serta meningkatkan keselamatan angkutan Lebaran 2026.

"Melalui pemanfaatan masjid-masjid yang berada di jalur mudik, kami berharap masyarakat dapat beristirahat dengan nyaman selama perjalanan. Kami juga akan menyiapkan fasilitas pendukung agar pemudik dapat beristirahat dengan aman,” kata Menhub Dudy dalam keterangan di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 24 Februari 2026.

Menhub Dudy telah melakukan audiensi dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta, guna memperkuat koordinasi dalam rangka kesiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026.

"Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemanfaatan rumah ibadah bagi para pemudik," ujar dia.

Menhub menyampaikan permohonan dukungan dari Kementerian Agama terkait rencana pemanfaatan masjid di sepanjang jalur mudik sebagai tempat beristirahat (rest area) bagi pemudik, khususnya pengguna kendaraan pribadi dan sepeda motor.

Masjid-masjid tersebut diharapkan dapat menyediakan fasilitas dasar, seperti area parkir, toilet, air bersih, penerangan, serta ruang istirahat bagi masyarakat.

Selain pemanfaatan rumah ibadah, Kemenhub menyiapkan sejumlah fasilitas lain sebagai titik istirahat bagi pemudik, seperti terminal dan jembatan timbang yang berada di jalur mudik.
 

Baca Juga: 

Korlantas Siapkan Check Point Pemeriksaan Kendaraan pada Masa Mudik



Ilustrasi Rest Area. Jasa Marga

Dia mengatakan sinergi antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Agama menjadi penting mengingat momentum Idulfitri 2026 tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat dalam jumlah besar, tetapi memiliki dimensi spiritual dan sosial yang kuat.

“Ini merupakan sinergi yang sangat baik antara Kementerian Agama dan Kementerian Perhubungan, mengingat momentum Idulfitri tidak hanya berdimensi mobilitas yang sangat besar, tetapi juga memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam bagi masyarakat kita,” kata Menhub Dudy.

Berdasarkan hasil survei potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2026, diperkirakan sekitar 143 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode libur Idulfitri. 

Angka tersebut sedikit lebih rendah daripada hasil survei tahun lalu yang mencapai 146 juta orang, namun pemerintah tetap mengantisipasi kemungkinan lonjakan mobilitas masyarakat.

Mayoritas masyarakat yang melakukan perjalanan pada masa Lebaran diperkirakan bertujuan mudik dan bersilaturahmi di kampung halaman, yang mencapai sekitar 66 persen dari total responden survei.

“Tahun lalu realisasi pergerakan masyarakat bahkan mencapai sekitar 154 juta orang. Karena itu kami tetap mengantisipasi kemungkinan peningkatan perjalanan masyarakat menjelang hari raya,” kata dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)