Komisi V DPR Ingatkan Kesiapsiagaan Aktivitas Gunung Anak Krakatau

CCTV aktivitas gunung anak Krakatau pada Senin siang, 13 Juli 2026. Foto: ANTARA/HO/PVMBG.

Komisi V DPR Ingatkan Kesiapsiagaan Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Fachri Audhia Hafiez • 16 July 2026 18:25

Jakarta: Wakil Ketua Komisi V DPR, Andi Iwan Darmawan Aras, menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Pihaknya meminta agar faktor keamanan masyarakat dan keselamatan jalur pelayaran menjadi perhatian utama pemerintah.

“Dalam menghadapi ancaman bencana akibat peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau, kita harus menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas,” ujar Iwan dalam keterangannya, Kamis, 16 Juli 2026.
 


Iwan menegaskan perlunya perhatian khusus pada area pesisir. Karena rawan terdampak gelombang maupun material vulkanik.

“Terutama untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, serta masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dengan tingkat kerentanan tinggi,” sambung Iwan.

Antisipasi Trauma Tsunami 2018

Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III (Siaga). Kondisi ini kembali memicu kekhawatiran masyarakat akan potensi tsunami seperti yang pernah menerjang kawasan Selat Sunda pada tahun 2018.

Merespons situasi darurat tersebut, Iwan mendesak BNPB dan pemerintah daerah segera memperkuat edukasi kebencanaan serta memastikan kesiapan logistik, layanan kesehatan, dan jalur evakuasi.

“Pemerintah daerah bersama BNPB juga perlu memperkuat edukasi kebencanaan berbasis komunitas sehingga masyarakat memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menerima informasi resmi mengenai peningkatan aktivitas gunung api,” papar Iwan.


Ilustrasi Gedung MPR/DPR/DPD. Foto: Dok. Metrotvnews.com.

Mitigasi Transportasi Laut

Meskipun PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan penyeberangan lintas Merak-Bakauheni masih beroperasi normal, Komisi V mengingatkan operator pelayaran untuk tidak lengah dan tetap siaga.

“Operasional transportasi jalur laut harus mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa. Maka setiap penyedia jasa pelayaran harus melakukan mitigasi dan selalu siaga terhadap ancaman membesarnya aktivitas Gunung Krakatau,” ucap Iwan.

(Fachri Audhia Hafiez)